Idul Adha 1441 H, Prof Singgih : Semangat Berbagi untuk Sesama di Momen Idul Adha tidak Turun

GAPURAJATENG.COM — Meskipun masih pandemi virus corona atau cofid-19 saat Idul Adha 1441 Hijriah ini tidak menyurutkan semangat berbagi warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk mengejar pahala amalan Idul Adha tersebut.

Buktinya terjadi peningkatan yang signifikan jumlah hewan kurban bila dibandingkan tahun lalu. Tahun 2020 ini tercatat sebanyak 8.471 hewan kurban dari tahun sebelumnya hany 2.400 hewan kurban.

Hewan kurban baik sapi maupun kambing telah didistribusikan ke sejumlah masjid yang menjadi titik pemotongan, Jumat (31/7/2020).

Pelaksanaan pemotongan dilakukan serentak di beberapa titik setelah jamaah selesai menjalankan sholat Idul Adha.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW LDII) Prof Dr Singgih Trisulistyono MHum mengatakan semangat berbagi untuk sesama di momen Idul Adha tidak turun.

Maka untuk menghindari kerumunan massa, daging yang sudah dipotong langsung didistribusikan ke rumah warga atau mereka yang berhak menerimanya.

“Tetap mengikuti aturan MUI dan pemerintah menjalankan protokol kesehatan. Misalnya, saat pemotongan hewan mengenakan masker dan cuci tangan.

Petugas juga melarang warga mendekat, namun kita sediakan live streaming jadi mereka bisa melihat di rumah maupun di pondok pesantren mahasiswa di samping masjid,”katanya, saat ditemui wartawan di Lapangan Parkir Masjid Hidayatulloh, komplek Pondok Pesantren Mahasiswa Semarang, Jumat (31/7/2020).

Prof Singgih didampingi Bendahara DPW LDII, Sukadi menjelaskan bahwa jumlah hewan sebanyak 8.471 hewan itu dengan rincian sapi 4.428 ekor dan kambing 4.043 ekor.

Sementara itu, Pembina PPM Al Hikmah, H Ir Agus Rudi Hartono, menjelaskan prosesi pemotongan sampai pendistribusian awal, sekitar dua jam. Lalu dilanjutkan kembali.

“Perkiraan kurang delapan jam atau setalah sholat Asyar sudah selesai disalurkan,” katanya Agus Rudi yang akrab disapa Gus Rud.

Selain warga, ratusan santri PPM yang ada dipondok mendapatkan daging. PPM Al Hikmah menampung hampir 200 santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah bahkan dari luar Jawa yang kuliah di sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang.

Kebanyakan mereka memilih mondok dibanding tinggal dikos,” papar arsitek senior Semarang ini.

Sedangkan bendahara DPW LDII, Sukadi, menjelaskan hewan kurban dibeli dari peternak yang selama ini menjadi sentra pertenakan sapi di Jawa Tengah.

Pendemi covid membuat banyak perubahan. Kendati menggelar sholat Idul Adha namun sejumlah masjid di kompleks perumahan yang biasanya digunakan memotong belasan hewan kurban, kali ini tidak melakukan pemotongan hewan kurban. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*