LDII Kota Pekalongan Sembelih 26 Sapi dan 24 Kambing, Dibagikan pada Warga Sekitar
Hewan kurban yang disembelih di halaman Masjid Al Mukminin Ponolawen.

LDII Kota Pekalongan Sembelih 26 Sapi dan 24 Kambing, Dibagikan pada Warga Sekitar

GAPURAJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pekalongan menyembelih hewan kurban berupa 26 sapi dan 24 kambing. Daging hewan kurban itu dibagikan kepada warga sekitar masjid binaan LDII.

Penyembelihan hewan itu dilakukan setelah warganya melaksanakan sholat Idul Adha di lingkungannya masing-masing. Untuk warga LDII yang lokasinya di dekat Kantor LDII JL Setia Bakti, sholat Idul Adha dipusatkan di Lapangan tebnis SMP Negeri 11 Pekalongan, Jl Setia Bakti, Medono, Kota Pekalongan.

Bertindak sebagai Imam dan Khotib, Ustad H Jumawar dan penasihat, Ust Drs H Gunadi. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPD LDII, Slamet Haryadi dan beberapa pengurus lain.

Usai sholat dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban. Di Kantor LDII Kota Pekalongan, dipusatkan di halaman Masjid Almu’minin Ponolawen, Jalan Setia Bakti 27 Pekalongan.

Ketua DPD LDII Kota Pekalongan Slamet Hariyadi SH, M.Hum menjelaskan, secara rinci daging kurban dibagikan kepada Yayasan yang mengelola Pantai Asuhan, Pondok Pesantren, maupun warga kurang mampu/duafa’ sebagai wujud kepedulian sosial seluruh  warga LDII terhadap sesama warga dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H tahun ini

Dalam pembagian daging kurban tersebut ada suatu hal yang menarik, yaitu penggunaan wadah besek dari anyaman bambu sebagai pengganti kantong plastik.

Penggunaan besek sebagai wadah daging kurban merupakan upaya alternatif untuk mengatasi permasalahan sampah khususnya nonorganik di Kota Pekalongan dengan mengganti dari bahan ramah lingkungan yang mudah terurai. Hal ini berbeda dengan sebelumnya daging kurban selalu dikemas dalam kantong plastik yang tentu akan meninggalkan sampah yang sulit terurai dan mencemari lingkungan.

Menurut dia, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dengan berwawasan lingkungan ini sangat penting di tengah-tengah problematika penanganan sampah di Kota Pekalongan yang perlu melibatkan semua elemen masyarakat termasuk warga LDII.

Slamet menjelaskan, pengertian kurban dengan wawasan lingkungan juga mengandung arti sebagai umat Islam harus peka dalam menjaga lingkungan hidup, tanpa mengurangi esensi berkurban yaitu ketaqwaan kepada Alloh dan berbagi sesama.

Dia mengatakan, pembagian daging kurban yang dilaksanakan oleh warga LDII ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang membawa manfaat untuk warga masyarakat khususnya warga yang kurang mampu/duafa’, anak-anak yatim piatu, para santri pondok maupun warga di sekitar pusat-pusat penyembelihan hewan kurban yang tersebar di beberapa wilayah PAC LDII se Kota Pekalongan.**

Sumber : Inews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*