Gapurajateng.com,Salatiga – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Tengah menyelenggarakan kajian bertajuk “Keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah sebagai Pondasi Kuat dalam Pembentukan 29 Karakter Luhur” pada Minggu (21/9/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Sebagai upaya memperluas jangkauan, DPD LDII Kota Salatiga membuka tiga studio mini daring di wilayah Salatiga Utara, Salatiga Tengah, dan Salatiga Selatan. Dengan model ini, jamaah LDII baik pasangan suami-istri maupun orang tua tunggal dapat berpartisipasi lebih mudah dan terkoordinasi.
Acara dibuka pukul 08.00 WIB, diawali dengan sambutan sekaligus pengantar seminar. Narasumber pertama, Drs. K.H. Muhammad Thoyibun, S.H., M.M., menekankan pentingnya keluarga sebagai ruang utama membangun harmoni sesuai Al-Qur’an dan sunnah. Ia menguraikan kewajiban anak berbakti kepada orang tua, sebagaimana tercantum dalam Q.S. Luqman ayat 14, sekaligus tanggung jawab orang tua memberikan pendidikan akidah, doa, kasih sayang, serta teladan.
Lebih lanjut, Thoyibun menyoroti hubungan suami-istri yang ideal, di mana pasangan saling menghormati, menghindari kekerasan, dan memenuhi kebutuhan lahir-batin. Ia juga memperkenalkan konsep lima bahasa cinta—pujian, sentuhan, perhatian, hadiah, dan waktu berkualitas—sebagai sarana memperkuat ikatan emosional dalam rumah tangga.
Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., yang membahas urgensi pendidikan karakter sejak dini. Menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa instan, melainkan memerlukan proses berkelanjutan yang dimulai dari keluarga. “Keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah akan menciptakan suasana aman, damai, dan penuh kasih sayang, sehingga menjadi lingkungan efektif melahirkan generasi berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia menambahkan, orang tua memegang tanggung jawab utama dalam mendidik anak, bukan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah atau lingkungan. Melalui pembiasaan, teladan, doa, hingga kontrol penggunaan gawai, keluarga berperan sebagai benteng utama agar anak tidak terjerumus pada pengaruh negatif teknologi dan pergaulan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan seputar peran orang tua, strategi komunikasi, hingga cara menjaga keseimbangan antara pendidikan akademis dan karakter.
Ketua DPD LDII Kota Salatiga, Siswarsono, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPW LDII Jawa Tengah atas terselenggaranya seminar ini. Ia menegaskan bahwa keluarga harmonis merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi anak yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan karakter sangat relevan di era saat ini. Keluarga sakinah bukan hanya menciptakan ketenteraman rumah tangga, tetapi juga menjadi lahan subur bagi tumbuhnya generasi yang berkarakter luhur,” ujar Siswarsono.
Kegiatan berakhir pukul 11.30 WIB dengan harapan seluruh materi dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari keluarga LDII di Jawa Tengah. Melalui penguatan peran keluarga, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (S14SHL)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah