Bimbingan Teknis Petugas Parkir Surakarta 2025: Dari Tertib Parkir Menuju Kota Ramah Pelayanan

GAPURAJATENG | SURAKARTA — Pemerintah Kota Surakarta terus meneguhkan komitmennya dalam menciptakan kota yang tertib, aman, dan nyaman melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pelayanan publik. Melalui UPTD Pengelolaan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Parkir 2025 resmi digelar pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Gedung Graha Wisata Niaga, Jl. Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Laweyan.

Acara yang diikuti ratusan juru parkir (jukir) resmi binaan Dishub ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari, diwarnai antusiasme tinggi peserta. Tidak sekadar pembinaan teknis, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai etika pelayanan, tanggung jawab sosial, dan profesionalisme di lapangan.

Petugas Parkir, Garda Depan Wajah Kota

Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran, Haryono Nugroho, S.ST., M.A.P., menegaskan bahwa peran juru parkir sangat vital dalam menjaga citra kota.

Petugas parkir bukan sekadar mengatur kendaraan, tapi juga menjadi wajah pertama yang berinteraksi dengan masyarakat dan wisatawan. Sikap ramah, tertib, dan profesional akan mencerminkan wajah Kota Surakarta yang sesungguhnya,” ujarnya.

Menurut Haryono, Bimtek kali ini tidak hanya berfokus pada teknik penataan kendaraan, namun juga memberikan pemahaman tentang penggunaan pengelolaan retribusi daerah, hingga penanganan potensi pelanggaran di lapangan.

Walikota Surakarta Respati Ardi

Membangun Etos Kerja dan Kesejahteraan

Dalam kesempatan tersebut, Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn., Walikota Surakarta, mengajak seluruh petugas parkir untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menjauhi praktik negatif.

Jangan sampai kita meludahi rezeki sendiri. Jika kota ini rusak karena ulah segelintir orang, maka yang rugi adalah kita semua. Jadikan profesi ini sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar tempat mencari nafkah,” pesannya tegas.

Ia juga menyinggung wacana pemberian apresiasi khusus bagi petugas parkir teladan, termasuk program umrah dan beasiswa bagi keluarga jukir berprestasi. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan motivasi kerja dan memperkuat kesejahteraan keluarga petugas.

Selain itu, akan ada hadiah masing-masing satu unit sepeda motor untuk jukir terbaik di setiap kecamatan di Kota Solo. Ia mengatakan hadiah tersebut merupakan bagian dari penghargaan untuk juru parkir yang bertanggung jawab dan jujur dalam bekerja.

Yang bagus dan jujur harus diapresiasi. Pasti masyarakat juga tahu bahwa tidak semua juru parkir itu buruk, saya cuma prihatin kalau ada jukir nakal yang merugikan masyarakat membuat kepercayaan masyarakat terhadap jukir rendah dan akhirnya yang teladan tidak dapat apresiasi,” katanya. 

Ia juga meminta antarjuru parkir dapat saling mengingatkan sehingga ke depan kinerja mereka makin baik dan pengunjung merasa nyaman datang ke Solo.

Kota Jasa yang Butuh Pelayanan Prima

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Taufiq Muhammad, S.SiT., M.T., menekankan pentingnya profesionalitas dalam mendukung visi kota sebagai kota jasa dan teknologi.

Surakarta berbeda dengan kabupaten. Kita tidak punya sawah luas atau tambang besar. Ekonomi kita hidup dari jasa, event, dan pariwisata. Karena itu, pelayanan parkir menjadi bagian penting dalam membangun citra kota yang ramah dan tertib,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Dishub bersama Polresta Surakarta telah menjalin kerja sama strategis dalam penertiban dan pengawasan kegiatan perparkiran. “Melalui Bimtek dua hari ini, kami memperkuat pemahaman tentang hak dan kewajiban petugas parkir, sanksi hukum atas pelanggaran, serta rencana penataan zonasi parkir tahun depan,” tambah Taufiq.

Digitalisasi dan Perlindungan Sosial

Selain peningkatan kapasitas teknis, Dishub Surakarta juga mendorong seluruh petugas parkir untuk terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial. Dari sekitar 2.000 jukir resmi, baru 938 orang yang terdaftar aktif.

Sudah ada sembilan petugas parkir yang wafat dan mendapat santunan total lebih dari Rp400 juta. Ini bukti nyata pentingnya perlindungan kerja. Ke depan, semua jukir wajib terdaftar,” tegas Haryono.

Menuju Parkir Modern, Solo yang Lebih Manusiawi

Bimtek Petugas Parkir 2025 ini menjadi pijakan menuju sistem perparkiran modern yang lebih transparan, tertib, dan manusiawi. Pemerintah Kota Surakarta berharap kegiatan ini melahirkan generasi jukir profesional yang mampu menjaga citra kota sekaligus meningkatkan kenyamanan warga dan wisatawan.

Dengan semangat “Parkir Tertib, Kota Hebat,” Dishub Surakarta mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kota yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga beradab dalam pelayanan publik. (Ghoni)

 

Facebook Comments Box

Check Also

Senkom Karanganyar Paparkan Ketahanan Pangan hingga Pengawalan Mudik di Hadapan Kapolres

GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Di ruang kerja Kapolres Karanganyar, sebuah dialog hangat tercipta pada Selasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *