Sinergi Loreng dan Pendekar: Kala Denpom IV/4 Surakarta & PSHT Membasuh Dahaga di Jalan Arifin

GAPURAJATENG | SURAKARTA – Ada pemandangan yang menyejukkan di kawasan Jalan Arifin, Pasar Kliwon, Selasa sore (17/3/2026). Di antara deru mesin dan hiruk-pikuk lalu lintas Kota Solo menjelang berbuka, barisan personel Denpom IV/4 Surakarta yang gagah berseragam loreng tampak melebur dalam kehangatan bersama para pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Surakarta.

Bukan untuk pengamanan ketat, kehadiran mereka adalah untuk misi kemanusiaan: membagikan “ribuan senyum” dalam bentuk paket takjil bagi para pengguna jalan dan warga sekitar.

Kehangatan di Depan Markas

Dipimpin langsung oleh Letkol Cpm Rifky Nurachman, S.H., aksi yang dimulai tepat pukul 16.25 WIB ini menyasar siapa saja yang melintas di depan Markas Denpom IV/4. Dengan penuh adab, para personel TNI dan anggota PSHT menyapa warga satu per satu—mulai dari pengendara ojek daring, warga lansia, hingga anak-anak yang tampak antusias menerima bungkusan takjil.

Sekitar seribu paket takjil kami bagikan, dan alhamdulillah ludes dalam waktu singkat,” ungkap Ketua PSHT Cabang Kota Surakarta, Darminto, S.E., yang turut turun langsung ke aspal.

Kemandirian dan Swadaya Anggota

Menariknya, aksi sosial ini bukan berasal dari anggaran instansi, melainkan buah dari semangat kemandirian anggota. Paket-paket tersebut dikumpulkan melalui swadaya dan donatur internal PSHT serta dukungan pribadi personel Denpom IV/4.

Hadir pula mendampingi di lapangan beberapa tokoh kunci PSHT, antara lain:

Sejatiningtyas, S.Pd. (Wakil Ketua Bidang 3 Sosial dan Kemasyarakatan).

Mardimin (Ketua Ranting Banjarsari).

Tri Handoko (Sekretaris PSHT Cabang Kota Surakarta).

Wakil ketua bidang 1V Pembangunan padepokan Hadi Purnomo

Pesan Persaudaraan di Bulan Suci

Bagi Darminto, sinergi ini adalah manifestasi nyata dari ajaran budi luhur. “Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian kami kepada masyarakat di bulan penuh berkah. Kami ingin hadir di tengah mereka, menghapus sekat, dan berbagi kebahagiaan,” tambahnya.

Respons masyarakat pun sangat positif. Banyak warga yang merasa terbantu, terutama mereka yang masih terjebak macet dan harus berbuka di tengah perjalanan.

Aksi sederhana di sore yang cerah itu seolah menegaskan pesan kuat: bahwa di bawah langit Solo, keamanan bukan hanya soal penjagaan, tapi soal bagaimana empati dan persaudaraan dirawat secara nyata di jalanan. (Ghoni)

Facebook Comments Box

Check Also

Kolaborasi LDII, NU, dan Kemenag di Pekalongan: Hilal Nihil, Puasa Ditambah Sehari

Gapura Jateng, 19 Maret 2026. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Pekalongan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *