Klaten | gapurjateng.com– Semangat dan antusiasme membara di Gedung Dakwah LDII Jiwo, Trotok, Klaten pada Kamis, 14 Mei 2026. Tempat tersebut menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diikuti oleh pemuda-pemudi LDII dari Kecamatan Wedi dan Gantiwarno. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap memimpin, tetapi juga mandiri, berkarakter luhur, serta berakhlakul karimah, guna menyongsong cita besar bangsa: Indonesia Emas 2045.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PC LDII Kecamatan Wedi, Sunarwan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pembinaan generasi muda adalah kunci utama keberlangsungan organisasi dan kemajuan bangsa. “Kita membutuhkan pemuda yang memiliki kemampuan kepemimpinan mumpuni, wawasan kebangsaan yang luas, dan semangat tinggi untuk berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar Bapak Sunarwan di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Suasana semakin khusyuk saat rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama KUA Wedi, Ismail Triyanto, M.Si. Ia memohon agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, penuh keberkahan, dan memberikan manfaat nyata bagi setiap peserta yang hadir.
Materi pembekalan menjadi inti utama kegiatan ini, menghadirkan para pembicara kompeten yang membagikan wawasan berharga bagi para pemuda. Sesi pertama diisi oleh H. Agus Sunardo, S.T., yang mengangkat tema “Leadership bagi Pemuda-Pemudi guna Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa tantangan masa depan menuntut pemimpin muda yang mampu menggabungkan keahlian profesional, landasan religius yang kuat, dan integritas yang tak tergoyahkan. “Pemimpin masa depan bukan hanya yang pintar, tetapi yang mampu memegang teguh prinsip dan membawa manfaat bagi sekitarnya,” tegasnya.
Selanjutnya, H. Sri Harto memberikan materi mengenai kemandirian. Ia mengajak seluruh peserta untuk membangun mentalitas yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Menurutnya, kemandirian adalah syarat mutlak agar generasi muda mampu berdiri tegak dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks, tanpa harus bergantung pada pihak lain.
Tidak kalah penting, kemampuan berkomunikasi yang efektif juga menjadi fokus pembekalan. Materi ini disampaikan oleh Amin Widodo, M.Pd., yang memandu peserta memahami cara berinteraksi dengan baik, santun, dan produktif. Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang tepat adalah jembatan utama dalam membangun hubungan harmonis di masyarakat maupun dalam menjalankan roda organisasi.
Melalui serangkaian materi yang komprehensif ini, penyelenggara berharap kegiatan LDK mampu mencetak generasi penerus yang unggul. Generasi yang lahir dari pembinaan ini diharapkan menjadi sosok yang profesional, religius, berakhlak mulia, mandiri, dan berkarakter kuat — sosok yang siap menjadi tiang penyangga agama dan negara demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang penuh makna ini ditutup secara resmi oleh Ketua PC LDII Kecamatan Gantiwarno, H. Dwi Haryono, S.Pd. Dalam pesan penutupnya, beliau berharap ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama kegiatan tidak hanya berhenti di ingatan, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berkiprah di dalam organisasi. “Jadilah pemuda yang membawa perubahan positif, di mana pun kalian berada,” pesannya mengakhiri acara yang berjalan dengan lancar dan penuh semangat tersebut.(Ryo/As)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah

