
GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Desa Ngringo menggelar musyawarah koordinasi guna mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan ibadah kurban dan salat Idul Adha tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Selasa malam (12/5/2026) di Rumah Makan Laris Manis dan dihadiri pembina serta seluruh jajaran pengurus PAC LDII Desa Ngringo.
Musyawarah tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah organisasi dalam memastikan pelaksanaan Idul Adha berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
Ketua PAC LDII Desa Ngringo, Adv. Drs. H. Suparman, S.H., BKP, menegaskan bahwa persiapan tahun ini difokuskan pada penyediaan hewan kurban yang sehat, layak, dan sesuai syariat Islam. Selain itu, distribusi daging kurban juga dirancang agar menjangkau masyarakat luas, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari penguatan silaturahmi sosial.
“Kami ingin pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga membawa manfaat sosial dan mempererat hubungan antarmasyarakat,” ujarnya.
Semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban memang menjadi salah satu nilai yang terus digaungkan LDII di berbagai daerah. Kegiatan kurban dinilai mampu memperkuat empati sosial sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat. (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)

Persiapan Salat Idul Adha dan Pengamanan Jamaah
Selain pembahasan hewan kurban, rapat juga menyoroti kesiapan pelaksanaan salat Idul Adha. Pengurus merencanakan penggunaan lapangan Desa Ngringo sebagai lokasi utama salat berjamaah. Namun, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, pelaksanaan akan dialihkan ke masjid-masjid setempat.
Aspek keamanan jamaah juga menjadi perhatian serius. Pengurus berencana melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk pengaturan area parkir serta pengawasan lingkungan guna mencegah potensi gangguan keamanan saat masyarakat menjalankan ibadah.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat momentum Idul Adha kerap menghadirkan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
Koordinasi Organisasi sebagai Sarana Menjaga Kemaslahatan
Pembina PAC LDII Ngringo, H. Sunarso, BA, dalam arahannya menyampaikan bahwa koordinasi rutin merupakan elemen penting dalam menjaga soliditas organisasi dan memperkuat komunikasi antarpengurus.
“Melalui musyawarah seperti ini, kita bisa menyamakan persepsi, mencari solusi atas persoalan yang ada, dan menjaga kegiatan organisasi tetap berjalan demi kemaslahatan umat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh aktivitas organisasi hendaknya dilandasi niat ibadah dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Wujud Kepedulian Sosial dan Kebersamaan
Musyawarah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Selain membahas teknis pelaksanaan, forum tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antarpengurus dan pembina dalam memperkuat semangat gotong royong.
Di berbagai daerah, pelaksanaan kurban oleh warga LDII juga dikenal aktif melibatkan masyarakat sekitar serta mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas elemen, PAC LDII Desa Ngringo berharap pelaksanaan Idul Adha 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah