
GAPURAJATENG | KARANGANYAR — Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus dilakukan. Relawan LDII Kecamatan Mojogedang menggelar pelatihan bertajuk “Belajar Mitigasi Bencana Bermanfaat untuk Sesama” pada Minggu (3/5/2026) di Rumah Tani Ngampel Gentungan, Mojogedang, Karanganyar.
Kegiatan ini diikuti puluhan relawan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pembina LDII Karanganyar, pengurus DPD LDII, Ketua Relawan LDII Kabupaten Karanganyar, hingga aparat kewilayahan seperti Babinsa. Sejumlah instansi teknis juga turut ambil bagian sebagai narasumber, di antaranya tenaga kesehatan dari Stikes Mitra Husada, petugas Damkar Karanganyar, serta perwakilan BPBD.

Materi pelatihan difokuskan pada keterampilan dasar penanganan kegawatdaruratan dan manajemen bencana. Peserta mendapatkan pembekalan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), teknik pemadaman kebakaran, serta pengelolaan posko saat terjadi bencana.
Ketua kegiatan, Zainoel Muttaqin, yang juga penyuluh bencana BPBD, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang berdasarkan potensi risiko yang ada di wilayah Mojogedang. Berdasarkan kajian risiko bencana, kawasan tersebut memiliki kerawanan terhadap kebakaran permukiman akibat faktor kelalaian manusia, serta dampak cuaca ekstrem seperti pohon tumbang.
“Pelatihan ini disesuaikan dengan ancaman nyata di wilayah. Harapannya, relawan tidak hanya paham teori, tetapi siap bertindak cepat dan tepat saat kondisi darurat,” ujarnya.
Sementara itu, Mulyono, S.E., yang mewakili Ketua DPD LDII Karanganyar, menekankan pentingnya implementasi ilmu yang diperoleh dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Ia berharap para relawan mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga dalam skala yang lebih luas.
“Ilmu yang didapat hari ini harus menjadi bekal nyata dalam pengabdian. Relawan harus hadir memberi manfaat di tengah masyarakat,” katanya.
Ketua Relawan LDII Kabupaten Karanganyar, Sri Sugiyatno, A.Ma., OT, turut memberikan apresiasi atas inisiatif Relawan LDII Mojogedang. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
“Kami berharap langkah Mojogedang ini bisa menginspirasi wilayah lain untuk mengadakan pelatihan serupa,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan praktik langsung di lapangan, menciptakan suasana belajar yang aplikatif dan membangun kepercayaan diri peserta. Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama dan komitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Relawan LDII Mojogedang diharapkan semakin siap menjadi bagian dari sistem penanggulangan bencana yang tangguh, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap risiko. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah