GAPURA JATENG, KENDAL, 26 April 2026 — Transformasi digital menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Biro TIAT dan KIM LDII Jawa Tengah 2026 yang diikuti seluruh DPD LDII Kabupaten/Kota seJateng.
Kegiatan yang berlangsung di Kendal ini menegaskan pentingnya teknologi sebagai penggerak strategi organisasi di tengah derasnya arus informasi.
Lukman Abdul Fatah: TIAT Harus Naik Kelas Jadi Penggerak Strategi
Sorotan utama Rakor tertuju pada paparan Lukman Abdul Fatah yang menekankan bahwa peran TIAT tidak lagi sebatas teknis operasional. Ia mendorong agar TIAT bertransformasi menjadi pusat kendali strategi organisasi berbasis data.
Menurutnya, telematika kini menjadi infrastruktur utama yang mencakup integrasi telekomunikasi dan informatika, sekaligus memperkuat sistem pusat data organisasi.
“Pengelolaan teknologi harus dirancang sistematis agar mampu memberi nilai nyata dan mendukung tujuan organisasi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konvergensi data dan tata kelola modern agar organisasi mampu bergerak cepat, akurat, dan adaptif di era digital.
Penguatan Narasi dan Citra Organisasi
Dalam arahannya, Dewan Penasihat DPP LDII Jateng, Farid Abdurrahman, mengingatkan bahwa KIM harus dikelola secara kreatif dengan semangat pengabdian. Ia menilai kontribusi LDII yang telah diterima masyarakat perlu dijaga melalui komunikasi yang baik.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jateng, Singgih Tri Sulistyono, menyoroti tantangan era digital yang memungkinkan setiap orang menyebarkan informasi tanpa filter.
Ia menegaskan pentingnya kemampuan organisasi dalam mengelola arus informasi dan membangun citra positif.
Dengan penetrasi internet yang mencapai lebih dari separuh populasi serta dominasi generasi muda di ruang digital, peluang ini dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal.
Rebranding TIAT dan Modernisasi Sistem
Rakor juga menegaskan perlunya rebranding Departemen TIAT dengan pendekatan berbasis User Experience (UX). Sistem telematika diarahkan menjadi tulang punggung distribusi informasi yang cepat, terintegrasi, dan real-time.
Sinergi antarbidang menjadi kunci, mulai dari penguatan tata kelola digital, integrasi sistem informasi, hingga modernisasi media komunikasi organisasi.
Respons Peserta: Program Perlu Menyentuh Akar Rumput
Anggota KIM LDII Jateng, H. Sobirin, menilai kegiatan ini sangat positif karena mendorong publikasi kegiatan organisasi secara lebih luas.
“Program ini sangat baik dan perlu disosialisasikan hingga tingkat PAC, apalagi potensi generasi muda kita sangat besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang menggabungkan materi dan praktik langsung menjadi nilai lebih, karena hasilnya bisa segera diaplikasikan melalui website dan sistem e-monitoring.
Arah Baru Digitalisasi LDII
Rakor TIAT dan KIM Jateng 2026 menandai langkah konkret LDII dalam memperkuat digitalisasi organisasi. Dengan dukungan SDM, sistem terintegrasi, dan strategi berbasis data, LDII diharapkan mampu tampil lebih adaptif, profesional, dan relevan di era informasi.***
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah