GAPURAJATENG | SURAKARTA – Suasana berbeda terlihat di Sekretariat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Surakarta yang beralamat di Jalan Tarumanegara Raya No. 38, Banyuanyar, Banjarsari, Selasa (21/4/2026). Sejumlah pengurus tampak menyambut kedatangan tim terpadu pengawas organisasi kemasyarakatan (ormas) dari Pemerintah Kota Surakarta.
Kunjungan tersebut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta unsur kepolisian. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dialog konstruktif selama kurang lebih satu jam.
Ketua PSHT Cabang Surakarta, Darminto, SE, bersama jajaran pengurus menyampaikan berbagai hal terkait keberadaan, struktur organisasi, serta program kerja yang dijalankan di tingkat kota.
Perkuat Komunikasi dan Pengawasan Ormas
Kehadiran tim terpadu ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan, sekaligus memastikan peran ormas tetap berjalan sesuai koridor hukum serta mendukung terciptanya situasi yang kondusif di wilayah Surakarta.
Perwakilan Kesbangpol, Sri Lestari, dalam dialog tersebut menanyakan secara langsung terkait eksistensi PSHT, legalitas organisasi, serta aktivitas yang dijalankan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Darminto menjelaskan bahwa PSHT yang diakui secara sah berada di bawah kepemimpinan pusat, serta memiliki struktur kepengurusan resmi hingga tingkat daerah, termasuk di Surakarta.
Tidak Sekadar Pencak Silat
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PSHT tidak hanya berfokus pada olahraga pencak silat, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembinaan karakter anggota.
“Selain pembinaan fisik, kami juga memiliki program kerohanian untuk meningkatkan keimanan dan moral anggota. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai organisasi olahraga, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
PSHT Surakarta juga disebut kerap berkontribusi dalam kegiatan sosial serta menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.
Mendorong Kondusivitas Kota
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Kota Surakarta. Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan setiap organisasi kemasyarakatan dapat berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah.
Di akhir kegiatan, tim terpadu menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan penjelasan yang diberikan. Mereka menilai PSHT memiliki kontribusi positif yang tidak hanya dirasakan oleh anggotanya, tetapi juga masyarakat luas.
Catatan Redaksi : Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial. Dialog seperti ini tidak hanya memperkuat kepercayaan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berdaya. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah