
SURAKARTA – Ada yang berbeda dari ruang tamu Makodim 0735/Surakarta pada Jumat (5/6/2026). Sekat-sekat formalitas birokrasi militer seolah mencair ketika tawa pecah dan pelukan hangat spontan terjadi di antara Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko Usman, dengan jajaran pengurus Senkom Mitra Polri Kota Surakarta.
Foto momen keakraban tersebut bukan sekadar pemanis dokumentasi. Ia menjadi simbol kuat bahwa menjaga stabilitas Kota Solo tak lagi melulu soal instruksi kaku dari atas ke bawah, melainkan tentang ruang-ruang dialog yang setara, humanis, dan berbasis kekeluargaan.
Pertemuan strategis ini menjadi ajang konsolidasi penting untuk merajut kembali komitmen menjaga kondusivitas Kota Bengawan di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.

Menembus Batas Tugas: Tiga Pilar Pengabdian
Di hadapan Dandim, Ketua Senkom Mitra Polri Kota Surakarta, Yusuf Erwansyah, A.Md, menegaskan bahwa ormas yang dipimpinnya tidak berjalan di ruang hampa. Senkom bergerak lincah di akar rumput melalui tiga klaster utama: Kamtibmas, Kebencanaan, dan Bela Negara.
“Senkom bukan sekadar penonton. Kami hadir di lapangan sebagai sistem pendukung yang siap kapan pun pemerintah, TNI, maupun Polri membutuhkan tangan tambahan untuk menjaga kedamaian dan kemanusiaan,” ujar Yusuf.
Yusuf juga menggarisbawahi pentingnya peran Bidang Publikasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antar Lembaga (PHMAL). Baginya, di era digital, narasi positif harus diamplifikasi secara masif. Publikasi bukan untuk pamer kinerja, melainkan alat edukasi untuk memicu efek domino kebaikan di tengah masyarakat.
Respons Dandim: Menolak Lupa Gotong Royong Saat Krisis
Mendengar paparan tersebut, Letkol Inf Arief Handoko Usman memberikan apresiasi mendalam. Ia tidak melihat Senkom sebagai entitas luar, melainkan sebagai mitra strategis yang memiliki frekuensi kerja yang sama dengan TNI.
Dandim mengingat kembali bagaimana memori kolektif warga Solo diuji saat banjir melanda beberapa waktu lalu. Di situlah esensi kemitraan diuji dan terbukti.
“Bencana memang tidak kita harapkan. Namun saat krisis terjadi, di situlah otot gotong royong kita dilatih. TNI dan Senkom harus berada di garis depan yang sama untuk menyeka air mata masyarakat,” kata Letkol Inf Arief.
Sebagai bentuk konkret dukungan, Kodim 0735/Surakarta membuka pintu lebar-lebar bagi Senkom untuk berkolaborasi, terutama dalam menyuntikkan materi wawasan kebangsaan dan bela negara bagi generasi muda. Personel Kodim siap turun langsung menjadi mentor dan pemateri dalam agenda-agenda pembinaan yang diinisiasi Senkom.
Narasi Baru Ketahanan Kota
Audiensi Jumat siang itu pada akhirnya mengirimkan pesan kuat kepada publik Surakarta: bahwa kota ini dirawat oleh orang-orang yang saling percaya.
Kemitraan antara Kodim 0735 dan Senkom Surakarta telah berevolusi dari sekadar hubungan kelembagaan di atas kertas menjadi ikatan emosional yang berorientasi pada aksi nyata. Di bawah payung gotong royong, kedua lembaga ini siap memastikan Surakarta tetap menjadi kota yang aman, tangguh bencana, dan kokoh secara nasionalisme. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah