Bukan Sekadar Skor: Mencetak Pesepakbola Berkarakter di Festival Forsgi Karanganyar ke-3

GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Lapangan Ngunut, Jumantono, mendadak menjadi episentrum harapan bagi ratusan talenta muda sepak bola Bumi Intanpari. Pada Sabtu (18/4/2026), Festival Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (Forsgi) Kabupaten Karanganyar ke-3 resmi digelar, memperebutkan Piala Ketua Forsgi dengan semangat yang melampaui sekadar adu strategi di atas rumput hijau.

Sebanyak 16 tim—terdiri dari 8 tim kelompok usia (U-10) dan 8 tim (U-12)—yang merupakan hasil saringan ketat dari seluruh penjuru wilayah Karanganyar, beradu ketangkasan. Namun, di balik serunya perebutan bola, ada misi besar yang lebih mulia: mencetak generasi pesepakbola yang tak hanya mahir secara teknis, tetapi juga kokoh secara moral.

Investasi Karakter: Maju, Modern, dan Religius

Ketua Forsgi Kabupaten Karanganyar, H. Sri Wahyana, ST., MT., dalam sambutannya menekankan bahwa kompetisi ini adalah laboratorium pembentukan karakter. Menurutnya, sepak bola adalah sarana efektif untuk menanamkan nilai Akhlaqul Karimah dan karakter luhur sejak dini.

Kita tidak hanya sedang menyiapkan pemain yang bisa menendang bola dengan benar. Kita sedang menyiapkan masa depan sepak bola Indonesia yang maju dan modern, namun tetap memiliki akar karakter yang kuat dan santun,” ujar Sri Wahyana di hadapan para atlet muda.

 

Senada dengan itu, Ketua Panitia Edi Yusup, SP., memastikan bahwa ajang ini merupakan jembatan emas menuju level yang lebih tinggi. Festival ini menjadi ajang seleksi untuk membentuk tim tangguh yang akan mewakili Karanganyar dalam Festival Forsgi se-Soloraya di Sukoharjo (Mei 2026), Festival Forsgi ke-4 Jawa Tengah di Batang (Juni 2026), hingga puncaknya di tingkat Nasional pada Juli mendatang di Jakarta.

Gemuruh di Lapangan Ngunut

Kehadiran jajaran Dewan Kehormatan Daerah (DKP), anggota DPRD Karanganyar Achmat Alvianto, serta jajaran pimpinan kecamatan dan desa menambah bobot prestise acara ini. Dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola usia dini telah menjadi kebanggaan kolektif warga Karanganyar.

Setelah melalui pertandingan yang sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, festival ini berhasil menyaring 22 pemain terbaik dari masing-masing kategori umur untuk diproyeksikan ke tim kabupaten.

Daftar Juara & Peraih Penghargaan

Kategori U-10:

Juara 1: Insan Qur’any (Tawangmangu)

Juara 2: Al Hidayah (Matesih)

Juara 3 Bersama: Al Mukhlisin (Karanganyar) & Mapala JR (Jumapolo)

Top Scorer: Wildan (Insan Qur’any) dengan torehan fantastis 16 gol.

Kategori U-12:

Juara 1: Al Amanaah (Tasikmadu)

Juara 2: Mapala JR (Jumapolo)

Juara 3 Bersama: Al Hidayah (Matesih) & Insan Barokah Utama (Mojogedang)

Top Scorer: Evan Dimas (Al Amanaah) dengan koleksi 5 gol.

Harapan Baru dari Karanganyar

Keberhasilan Wildan dan Evan Dimas dalam merobek jala lawan menjadi bukti bahwa potensi lokal Karanganyar sangat menjanjikan. Namun, kemenangan sejati dalam Festival Forsgi ke-3 ini adalah keberhasilan penyelenggara dalam menyatukan 17 kecamatan dalam satu visi: mendidik anak bangsa melalui olahraga.

Dengan berakhirnya festival ini, tugas besar menanti 44 talenta terpilih (U-10 dan U-12). Mereka kini bukan lagi membawa nama klub asal, melainkan memikul harapan seluruh warga Karanganyar untuk berbicara banyak di kancah regional maupun nasional. (Ghoni)

 

Redaksi : Menang adalah bonus, namun karakter adalah warisan. Selamat kepada para pemenang !

Facebook Comments Box

Check Also

H. Siswarsono, S.E Mewakili LDII Salatiga Turut Hadir dalam Munas X LDII yang Tetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum

Gapurajateng,com.Jakarta – Rapat paripurna Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara aklamasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *