
GAPURAJATENG | SURAKARTA – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Jebres menggelar Pengajian Akbar di Masjid Roudhotul Jannah, Pucangsawit 1, Surakarta, Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 900 peserta tersebut menjadi momentum pembinaan generasi muda agar memiliki karakter religius, disiplin, dan siap menghadapi tantangan sosial di era modern.
Pengajian menghadirkan pengasuh pondok pesantren dari Jawa Timur, H. Semoga Jaya, M.S., BcKu, sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pemahaman agama dan implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kedisiplinan dalam menuntut ilmu harus dibarengi praktik nyata di tengah masyarakat. Hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) harus berjalan seimbang agar umat bisa menjadi teladan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Pembinaan Generasi Penerus Jadi Fokus Utama
Selain materi keagamaan, pengajian juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi penerus yang memiliki integritas, akhlak mulia, serta kemandirian ekonomi.
Pemateri lainnya, Ustadz Bagus Ari Yunanto, menegaskan bahwa tantangan zaman menuntut generasi muda tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi realitas sosial dan ekonomi.
“Generasi penerus harus dibangun dengan karakter yang kuat, memahami agama, memiliki integritas, serta mampu mandiri secara finansial melalui pekerjaan dan keterampilan yang baik,” katanya.
Penguatan karakter generasi muda sendiri menjadi salah satu program prioritas LDII secara nasional melalui pendidikan agama, pembinaan moral, dan pengembangan sumber daya manusia berbasis akhlakul karimah.
Bentengi Remaja dari Pergaulan Bebas
Ketua Remaja PC LDII Jebres, Firga Burhan Nurrochman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut secara khusus menyasar usia remaja hingga menjelang pernikahan, mulai dari tingkat kelas 3 SMP hingga usia dewasa muda.
Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya tantangan moral dan pergaulan bebas yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Kami ingin para muda-mudi memiliki pondasi agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif. Harapannya mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak luhur, disiplin, dan mampu meneruskan perjuangan organisasi maupun bangsa,” ujarnya.
Firga menambahkan, pengajian dikemas dalam dua sesi utama, yakni materi tematik tentang pembinaan generasi penerus dan nasihat agama yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.
Bangun Generasi Berkarakter di Tengah Tantangan Zaman
Fenomena penguatan pembinaan generasi muda melalui pengajian dan kegiatan keagamaan kini banyak dilakukan berbagai organisasi Islam sebagai upaya memperkuat ketahanan moral remaja di tengah arus digitalisasi dan perubahan sosial yang cepat.
Suasana pengajian berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Ratusan peserta tampak mengikuti materi dengan khidmat, mencerminkan tingginya semangat generasi muda untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat karakter diri.
Melalui kegiatan ini, PC LDII Jebres berharap lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas kuat, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah