Pecah Kebekuan di Ngringo: Saat “Ketukan Pintu” LDII Disambut Hangat Pj Kepala Desa

GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Di bawah langit Karanganyar yang benderang, sebuah pertemuan sederhana namun sarat makna terjadi di ruang kerja Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngringo, Rabu (11/3/2026). Bukan sekadar urusan birokrasi, kunjungan jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Ngringo ini menjadi simbol melunaknya sekat antara organisasi keagamaan dan pemangku kebijakan desa.

Pertemuan ini terasa berbeda. Ketua PAC LDII Ngringo, Suparman, hadir tidak sendiri; ia didampingi istrinya, Suismu Deny Rinawati, yang menjabat sebagai Ketua Sub Seksi Pemberdayaan Perempuan. Kehadiran unsur perempuan ini membawa nuansa dialog yang lebih inklusif dan kekeluargaan saat diterima langsung oleh Pj Kepala Desa Ngringo, Apri Linnawati.

Menjadi “Tamu Pertama” di Meja Kerja

Ada fakta menarik yang terungkap dalam obrolan hangat tersebut. Apri Linawati membeberkan bahwa sejak ia menjabat sebagai Pj Kepala Desa sekitar dua bulan lalu, LDII adalah organisasi kemasyarakatan pertama yang datang mengetuk pintu kantornya secara resmi untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi seperti ini sangat penting. Pemerintah desa membutuhkan masukan serta dukungan dari organisasi masyarakat agar program pembangunan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Apri mengapresiasi langkah proaktif tersebut.

Sinergi di Atas Rumput Lapangan Desa

Lebih dari sekadar jabat tangan, kunjungan ini membawa misi kolaborasi nyata. Suparman menegaskan bahwa LDII ingin memastikan eksistensinya memberikan manfaat langsung bagi warga Ngringo, terutama di sektor sosial dan keagamaan.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana penggunaan Lapangan Desa Ngringo sebagai pusat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ajang ibadah bersama yang melibatkan warga LDII sekaligus masyarakat umum, mempertegas inklusivitas organisasi di tengah lingkungan desa.

Menenun Harmoni Masa Depan

Diskusi yang awalnya formal perlahan mencair menjadi dialog santai mengenai masa depan Ngringo. Beberapa poin strategis yang mulai dilirik untuk dikerjasamakan antara lain:

  • Pembinaan Generasi Muda: Membentengi remaja desa dengan kegiatan positif.
  • Pemberdayaan Perempuan: Menggerakkan ekonomi kreatif dan kemandirian warga.
  • Kegiatan Sosial: Menjaga ritme gotong royong agar tetap hidup di tengah modernitas.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh senyum. Di Ngringo, hari itu bukan hanya tentang izin lapangan atau laporan organisasi, melainkan tentang bagaimana sebuah sinergi dimulai dari komunikasi yang jujur dan terbuka demi kemajuan desa tercinta. (Ghoni)

Facebook Comments Box

Check Also

Wujudkan Lingkungan Asri, PAC LDII Panjang Baru Gelar Kerja Bakti Massal

Gapura Jateng, Minggu 19 April 2026– Puluhan warga yang tergabung dalam Pimpinan Anak Cabang (PAC) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *