GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Di ruang kerja Kapolres Karanganyar, sebuah dialog hangat tercipta pada Selasa (17/3/2026). Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal antara pimpinan baru kepolisian dengan organisasi mitra, melainkan panggung pemaparan program pengabdian yang melampaui tugas-tugas konvensional keamanan.
Ketua Senkom Karanganyar, H. Joko Sutrisno, S.H., M.M., delegasi relawan ini membawa kabar kesiapan personil hingga inovasi di bidang pangan yang mengejutkan.
Pasukan Oranye di Jalur Mudik
Menyambut Operasi Ketupat Candi 2026, Senkom Karanganyar memastikan tidak akan membiarkan aparat bekerja sendiri. Ratusan anggota telah disiagakan untuk terjun langsung ke Pos Pengamanan (Pos PAM) selama 10 hari penuh, terhitung sejak 16 Maret 2026.

Kehadiran mereka di lapangan didukung oleh sistem yang terintegrasi dengan Korlantas Polri, memastikan arus mudik di wilayah hukum Karanganyar tetap terpantau secara akurat dan responsif.
Keamanan yang Dimulai dari “Dapur”
Satu hal menarik yang dipaparkan adalah kontribusi Senkom dalam menjaga stabilitas melalui ketahanan pangan. Program ini mewajibkan setiap anggota menanam minimal 10 pohon cabai di rumah masing-masing, serta pengelolaan kolektif lahan jagung seluas 3,5 hektare.
“Kami percaya bahwa wilayah yang aman dimulai dari perut yang kenyang dan masyarakat yang mandiri secara pangan,” ujar Joko Sutrisno saat menjelaskan filosofi program tersebut.
Apresiasi dari “Rumah Bhayangkara”
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H. yang didampingi Kasat Binmas AKP Sugiyanto. dan Kasat Intel IPTU Untung Basuki menyambut paparan tersebut dengan apresiasi tinggi. Ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel kepolisian membuat peran mitra strategis seperti Senkom menjadi sangat krusial, terutama sebagai penyambung informasi dari akar rumput.
“Kami telah memonitor kinerja Senkom. Terima kasih atas peran aktifnya dalam menjaga Kamtibmas, bela negara, hingga penanggulangan bencana,” ungkap Kapolres dengan nada bangga.

Menenun Harapan di Bumi Intanpari
Pertemuan diakhiri dengan komitmen kuat untuk saling mendukung dalam menjaga kondusivitas wilayah. Di sela-sela diskusi, Kapolres menitipkan doa agar Karanganyar senantiasa tenteram di bawah payung sinergi yang makin solid antara Polri dan relawan masyarakat.
Audiensi ini menjadi bukti bahwa di Karanganyar, keamanan adalah sebuah ekosistem yang dibangun bersama: mulai dari penjagaan di pos mudik, hingga ketulusan merawat tanaman di pekarangan warga. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah