Operasi SAR Gabungan Temukan Bocah Delapan Tahun dalam Kondisi Meninggal Dunia

GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Setelah 48 jam pencarian intensif yang menguras energi dan emosi, Operasi SAR gabungan di Kecamatan Kebakkramat akhirnya mencapai titik akhir yang memilukan. Faiz Khairul Nizam (8), bocah laki-laki yang dilaporkan hilang sejak Minggu dini hari, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (31/3/2026) siang.

Jasad korban ditemukan tersangkut di tumpukan sampah Siphon Malangsari, berjarak sekitar 3,1 kilometer dari titik awal keberadaannya terpantau (Point Last Seen).

Kronologi: Jejak Terakhir di Perempatan Desa

Peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu (29/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Nenek korban terbangun dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka serta cucunya telah raib. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi mata, Faiz terakhir kali terlihat bermain air dan tanah di perempatan desa pada pukul 02.30 WIB, sebelum akhirnya berjalan ke arah timur menuju aliran sungai yang berjarak sekitar 280 meter dari pemukiman.

Upaya pencarian mandiri oleh warga Desa Nangsri sempat dilakukan namun nihil, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang untuk dimulainya Operasi SAR.

Operasi Masif di Labirin Aliran Irigasi

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa pada hari kedua pencarian, Selasa (31/3), tim menerjunkan empat Satuan Penyelamat (SRU) dengan fokus penyisiran di aliran irigasi Dam Colo Timur.

Strategi pencarian dilakukan dengan metode body rafting serta pembongkaran tumpukan sampah di empat titik krusial (siphon), yakni Ngaru-aru Macanan, Kaliondo, Malangsari, hingga Gedangan Kaliwuluh.

“Pukul 12.17 WIB, survivor akhirnya ditemukan di Siphon Malangsari pada koordinat 7°30’54.45″S 110°55’58.15″T. Korban berhasil dievakuasi pukul 12.25 WIB dan langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Karanganyar,” jelas Hendro dalam keterangan resminya.

Wujud Nyata Solidaritas Relawan

Operasi besar ini menjadi bukti kuatnya solidaritas kemanusiaan di Karanganyar. Selain BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas, tercatat ada 50 organisasi relawan—termasuk Senkom SAR, PMI, MDMC, SAR MTA, hingga berbagai kelompok sukarelawan lokal—yang bahu-membahu menyisir derasnya arus irigasi.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Senkom SAR Karanganyar, Sutaryo, menambahkan bahwa semangat kerelawanan ini terus dipupuk, salah satunya melalui persiapan Diklat Jungle Rescue 2026 yang hingga kini telah menjaring 168 calon peserta dari berbagai elemen relawan di Jawa Tengah.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR di Kebakkramat resmi ditutup. Meski berakhir dengan duka, kolaborasi tanpa sekat antara aparat dan relawan di lapangan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi musibah. (Ghoni)

 

Facebook Comments Box

Check Also

Senkom Karanganyar Paparkan Ketahanan Pangan hingga Pengawalan Mudik di Hadapan Kapolres

GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Di ruang kerja Kapolres Karanganyar, sebuah dialog hangat tercipta pada Selasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *