KLATEN – Mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi kehidupan rumah tangga dan mandiri secara finansial menjadi fokus utama dalam kegiatan pembekalan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh PC LDII Wedi bekerja sama dengan PC Gantiwarno. Acara yang bertujuan mencetak generasi unggul ini dilaksanakan pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, bertempat di Aula Masjid Al Huda Jiwo Kulon Trotok Wedi Klaten.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WIB ini merupakan tindak dari program konsolidasi pembina generasi lanjut (Generus). Tidak hanya fokus pada aspek materi, pembekalan ini dirancang secara komprehensif untuk membangun landasan yang kuat, meliputi pelatihan mental, spiritual, hingga kemandirian ekonomi. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk ikhtiar nyata dalam mewujudkan visi besar Generasi Emas Indonesia 2045.
Antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mendapatkan berbagai materi yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern. Materi yang disampaikan meliputi cara membentuk pola pikir atau pola pikir wirausaha, teknik mengenali peluang usaha yang potensial, hingga cara mengelola keuangan dan operasional usaha secara sederhana namun efektif.
Selain aspek teknis bisnis, pembentukan karakter juga menjadi sorotan utama. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta etika kerja yang baik ditanamkan agar para peserta tidak hanya pandai berbisnis, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang mulia. Kegiatan juga diperkaya dengan sesi motivasi dan penguatan nilai-nilai spiritual sebagai landasan moral dalam berikhtiar dan menjalani kehidupan sehari-
Dalam pemaparannya, salah satu narasumber, Bapak Amin Widodo, M.Pd., menekankan bahwa kesiapan seorang pemuda tidak boleh hanya dilihat dari sisi akademis atau pendidikan formal semata. Kesiapan mental, emosional, dan finansial sama pentingnya, terutama saat mereka akan memasuki jenjang pernikahan.
“Kami ingin generasi muda memiliki kesiapan yang matang sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Sehingga kelak mereka mampu menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki daya saing yang tinggi di tengah masyarakat,” ujar Amin Widodo.
Sementara itu, motivasi semakin membara saat disampaikan oleh Bapak H. Sri Harto, seorang pengusaha sukses di bidang peternakan burung jalak. Ia membagikan perjalanan hidupnya bagaimana membangun usaha dari nol hingga bisa berkembang seperti saat ini.
Ia menekankan tiga kunci utama kesuksesan: ketekunan, keberanian untuk mencoba hal baru, dan konsistensi. “Peluang usaha itu sebenarnya selalu ada di sekitar kita, tergantung bagaimana kita jeli melihatnya dan tekun menjalankannya. Anak muda harus berani memulai dan tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kendala,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembekalan ini, harapan besar tertumpu pada peserta agar kelak menjadi individu yang seimbang: kuat imannya, sehat mentalnya, dan mapan ekonominya.
Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan ini, diharapkan akan terus lahir generasi-generasi unggul yang tidak hanya siap membangun keluarga sakinah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa, serta menjadi bagian penting dalam membawa Indonesia menuju kejayaan di tahun 2045.(Ryo)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah

