
GAPURAJATENG | SURAKARTA – Menjelang datangnya bulan Muharam atau Suro yang menjadi momentum sakral dalam tradisi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), para Warga Tingkat II atau Dewan Pengesah PSHT Se-Solo Raya menggelar kegiatan “Refreshing Dewan Pengesah” di Pendopo Loji Gandrung, Surakarta, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan yang dipimpin Drs. Arif Hudayanto tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa persaudaraan. Acara ini menjadi bagian penting dalam persiapan menjelang prosesi pengesahan atau wisuda warga baru PSHT yang rutin digelar setiap bulan Suro.
Sebagai salah satu organisasi pencak silat terbesar dan bersejarah di Indonesia, PSHT memiliki tradisi panjang dalam menjaga nilai-nilai ajaran, tata cara pengesahan, serta pembinaan spiritual warga. Tradisi tersebut terus dijaga melalui berbagai kegiatan internal yang menekankan kedisiplinan, moralitas, dan persaudaraan lintas generasi. (Garda Jatim)

Menjaga Kemurnian dan Marwah Organisasi
Refreshing Dewan Pengesah bukan sekadar forum pertemuan rutin, melainkan sarana penyegaran spiritual dan teknis bagi para Dewan Pengesah yang nantinya bertugas dalam prosesi sakral pengesahan warga baru.
Melalui kegiatan ini, para peserta kembali memperdalam pemahaman mengenai pakem ajaran, etika pengesahan, hingga tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas warga baru PSHT.
“Prosesi pengesahan harus berlangsung sah, khidmat, dan tetap sesuai ajaran luhur organisasi. Karena itu, Dewan Pengesah perlu memiliki kesiapan lahir maupun batin,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Suasana reflektif sangat terasa sepanjang acara. Para peserta tampak mengikuti seluruh rangkaian dengan penuh kekhusyukan, mulai dari pemaparan materi hingga penguatan nilai-nilai persaudaraan.

Dihadiri Majelis Luhur
Kegiatan ini juga dihadiri salah satu anggota Majelis Luhur PSHT, Kang Mas Dayat, S.Sos., yang memberikan penguatan terkait pentingnya menjaga jati diri organisasi di tengah perkembangan zaman.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa PSHT tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan manusia berbudi luhur dan berjiwa nasionalisme. Nilai tersebut menjadi fondasi utama organisasi sebagaimana terus digaungkan dalam berbagai agenda nasional PSHT. (SH Terate Jombang)
Menyambut Bulan Suro dengan Kedewasaan Organisasi
Bulan Suro bagi warga PSHT bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna. Oleh sebab itu, kesiapan para Dewan Pengesah menjadi elemen penting agar proses pengesahan berlangsung tertib, aman, dan penuh hikmat.
Kegiatan Refreshing Dewan Pengesah Se-Solo Raya ini sekaligus menunjukkan komitmen PSHT dalam menjaga kesinambungan ajaran dan kualitas kaderisasi organisasi. Di tengah dinamika zaman, PSHT berupaya tetap berdiri sebagai perguruan yang menjunjung tinggi persaudaraan, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan berlangsungnya kegiatan tersebut secara lancar dan penuh kekeluargaan, PSHT Se-Solo Raya berharap prosesi pengesahan warga baru pada bulan Suro mendatang dapat berjalan sukses serta melahirkan generasi penerus yang mampu menjaga marwah organisasi dan nilai luhur budaya bangsa. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah