Generasi Muda LDII Salatiga Perkuat Karakter dan Birrul Walidain Melalui Pengajian Era Digital

Gapurajateng.com,Salatiga – Sebanyak ratusan generasi penerus (generus) LDII Kota Salatiga mengikuti Pengajian Generasi Muda yang digelar di Gedung PPG, Jalan Arimbi, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif dengan mengangkat tema pembinaan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, panitia memanfaatkan teknologi digital dalam pelaksanaan kegiatan. Seluruh peserta melakukan registrasi melalui pemindaian barcode (QR Code), sementara pengisian kuesioner dilakukan menggunakan telepon genggam. Langkah ini sekaligus menjadi upaya edukasi agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.

Kegiatan dibuka oleh Dewan Penasehat LDII Kota Salatiga, Syukur Sutadi. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pengajian dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi pertama disampaikan oleh Ustaz Krisna Andrean Devera dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri yang akrab disapa Kak Krisna. Ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Oleh karena itu, pemahaman agama yang kuat menjadi bekal penting agar mereka mampu tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

“Generasi muda harus menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup agar tetap memiliki karakter yang baik meskipun berada di tengah perubahan zaman yang begitu cepat,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, H. Akmaludin Akbar dari Pondok Pesantren Budi Utomo Surakarta atau yang akrab disapa Kak Akmal menyampaikan materi mengenai pentingnya birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Ia menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban seorang anak, tetapi juga menjadi salah satu jalan meraih keberkahan hidup.

“Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dari sana akan lahir keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan dalam kehidupan,” jelasnya.

Tidak hanya memberikan pembinaan kepada generasi muda, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi khusus bagi para orang tua. Dalam kesempatan itu, Kak Akmal menyampaikan pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendidik anak sejak usia dini.

Ia menegaskan bahwa mendidik anak tidak cukup hanya dengan memberikan nasihat ketika anak melakukan kesalahan. Anak perlu diajak berdialog, diberikan apresiasi atas kebaikan yang dilakukan, serta mendapatkan teladan yang baik dari orang tuanya.

“Anak perlu diajak berbicara, dihargai, dan diberikan contoh yang baik. Bahkan perilaku orang tua sejak anak masih dalam kandungan telah terekam dalam memori dan berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya,” ungkap Kak Akmal.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para generus tampak aktif menyimak materi dan mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Semangat mereka dalam menambah wawasan keagamaan mendapat apresiasi dari para pemateri.

Dalam sesi wawancara di akhir acara, Kak Akmal menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat belajar yang ditunjukkan generasi muda LDII Kota Salatiga.

“Saya mengapresiasi antusiasme para generus yang mengikuti pengajian ini. Semoga semangat menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran agama terus terjaga serta menjadi bekal dalam menghadapi masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Agus Wijinarso, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian tidak hanya memberikan motivasi kepada generasi muda, tetapi juga memberikan wawasan berharga bagi para orang tua dalam mendidik anak.

“Kami sebagai orang tua mendapatkan banyak masukan tentang bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan anak serta pentingnya memberikan keteladanan dalam keluarga,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Penggerak Pembina Generus Kota Salatiga, Agung Setyawan, S.T., menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia mengingatkan bahwa masa muda merupakan periode emas yang menentukan arah kehidupan seseorang di masa depan.

“Anak adalah kertas putih yang terbentang, sementara waktu adalah pena yang terus menulis. Jika kita terlambat memberi warna kebaikan, dunia akan lebih dahulu menggoreskan warnanya. Karena itu, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini sebelum kesempatan berubah menjadi penyesalan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syukur Sutadi. Melalui pengajian ini, LDII Kota Salatiga berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.

 

S14SHL

Facebook Comments Box

Check Also

Sinergi Kurban LDII Salatiga: Rawat Nilai Kemanusiaan dan Perkokoh Solidaritas Warga

Gapurajateng.com,​SALATIGA – Gema takbir mengiringi kekhidmatan ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Salatiga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *