SEMARANG – Forum Kiai Santri Pancasila Indonesia (FKSP) Kota Semarang terus memperluas konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan. Terbaru, kepengurusan FKSP Kecamatan Tembalang masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Jumat, 18 September 2026.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya FKSP memperkuat struktur organisasi sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Forum ini juga mendorong sinergi lintas komunitas Islam untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta nilai-nilai Pancasila.
Kegiatan pengukuhan diawali atraksi pencak silat yang ditampilkan pendekar dari LDII. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan FKSP Kecamatan Tembalang.
Komposisi kepengurusan FKSP Tembalang menunjukkan keterlibatan sejumlah komunitas Islam. Dari unsur Muhammadiyah, KH Dr. Agus Siswanto dipercaya sebagai Ketua Dewan Syuro. Dari NU, KH Muhad Busro, S.Pd., M.Pd., menjadi Ketua Dewan Pembina.
Sementara itu, unsur LDII mendapat posisi penting melalui Gus Yen atau H Yenuarso, S.E., M.M., yang dipercaya sebagai Ketua Umum FKSP Kecamatan Tembalang.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum FKSP Indonesia, KH Robani Albar, S.H., M.H. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Syuro FKSP Kota Semarang KH Sun Djok San, jajaran pengurus FKSP Kecamatan Tembalang, serta aktivis dari NU, Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, dan Rifa’iyah.
Sejumlah unsur Forkopimcam Tembalang juga turut hadir, termasuk Camat Tembalang, Kapolsek, Danramil, organisasi kemasyarakatan tingkat kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus FKSP Kota Semarang.
FKSP Bukan Sekadar Memperluas Struktur
Dalam sambutannya, Robani Albar mengatakan pengembangan kepengurusan FKSP hingga tingkat kecamatan bukan semata-mata untuk memperbesar struktur organisasi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat persatuan umat dan kehidupan kebangsaan.
“FKSP hadir bukan untuk mencari nama, jabatan, atau kedudukan. FKSP hadir untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, berdakwah dalam menjaga seduluran serta membangun kesamaan dalam amar ma’ruf nahi munkar,” tegas Robani.
Ia berharap FKSP di tingkat kecamatan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas Islam. Melalui komunikasi dan kegiatan bersama, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kerukunan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Pengukuhan di Tembalang ini adalah ikhtiar kita mencetak kader muslim yang amanah, yang diharapkan dapat membawa berkah untuk umat,” lanjutnya.
Ngaji Pancasila Jadi Agenda Wajib
Robani juga menyampaikan sejumlah agenda yang perlu menjadi perhatian pengurus baru FKSP Kecamatan Tembalang. Salah satunya adalah Ngaji Pancasila, yang disebut sebagai kegiatan wajib FKSP.
Pengurus juga didorong membentuk struktur hingga tingkat kelurahan. Selain itu, berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan dapat dikembangkan untuk mempertemukan komunitas muslim dari berbagai organisasi.
“Yang wajib adalah Ngaji Pancasila. Yang setengah wajib adalah membentuk pengurus tingkat kelurahan. Sedangkan yang sunah adalah kegiatan yang dapat mempersatukan komunitas lintas muslim, apa pun bentuk acaranya,” ujarnya.
Dengan pengukuhan ini, konsolidasi FKSP Kota Semarang di tingkat kewilayahan semakin diperkuat. Keterlibatan lintas organisasi, termasuk LDII, NU, dan Muhammadiyah, menjadi bagian dari upaya membangun ruang dialog serta kerja bersama di tengah masyarakat.
Robani berharap pengurus FKSP Tembalang dapat menjalankan amanah dengan mengedepankan persaudaraan, kerukunan, toleransi, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Semoga amanah, manfaat, dan barokah. Mari kita jaga seduluran, persatuan umat, kerukunan, dan Pancasila,” pungkas Robani Albar.
Sementara itu Ketua DPD LDII Kota Semarang H Sunarto MM mendukung kadernya berperan untuk masyarakat dengan bergabung dengan FKSP di Kota Semarang.(*)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah