GAPURAJATENG.COM,SUKOHARJO — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Tengah terus mendorong pemanfaatan sorgum sebagai salah satu pangan alternatif yang berpotensi mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lomba Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Sorgum yang digelar di Pondok Pesantren Barokah, Nandan, Bendosari, Sukoharjo, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi Pangan Lokal Berbasis Sorgum untuk Ketahanan Pangan, Kemandirian Ekonomi, dan Gaya Hidup Sehat” itu diikuti 22 tim perwakilan DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistyono, menegaskan bahwa pengembangan pangan lokal merupakan bagian penting dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. Menurutnya, kebutuhan pangan harus mendapat perhatian serius agar Indonesia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.
“Minimal pangan itu ya swasembada. Meskipun mungkin dari elektronik, otomotif kita impor, tetapi kalau pangan harus ada kemampuan mandiri,” kata Singgih.
Ia menjelaskan, sorgum memiliki prospek untuk dikembangkan karena dapat tumbuh di lahan yang relatif kurang produktif serta mempunyai kandungan nutrisi yang baik. Namun, pengembangannya masih membutuhkan peningkatan produktivitas dan penguatan dari sisi hilirisasi.
“PR kita yang pertama itu bagaimana meningkatkan produktivitas, kemampuan berproduksi dari para petani yang tadinya misalnya dua ton bisa naik menjadi tiga atau empat ton,” ujarnya.
Singgih juga mendorong sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat agar sorgum dapat dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi.
“Ini kalau bisa bersatu saya kira akan menjadi apa yang disebut sebagai social enterprise, perusahaan yang di situ gabungan antara pemerintah, pengusaha, petani ataupun kelompok masyarakat yang lain,” jelasnya.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan konsep dakwah bil hal, yaitu menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat melalui karya nyata. Karena itu, ia berharap pengembangan sorgum tidak berhenti pada perlombaan, tetapi berlanjut pada budidaya, pengolahan, pemasaran, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Tiga Besar Lomba Olahan Sorgum
Kompetisi yang diikuti 22 DPD LDII se-Jawa Tengah tersebut berlangsung dengan menampilkan beragam kreativitas dalam mengolah sorgum menjadi makanan yang menarik dan bernilai tambah.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih DPD LDII Kabupaten Karanganyar, disusul DPD LDII Kota Salatiga sebagai Juara II, sedangkan Juara III diraih DPD LDII Kabupaten Purbalingga.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi DPD LDII Kota Salatiga. Perwakilan Salatiga, Nandia, menghadirkan inovasi brownies berbahan sorgum yang dinilai mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang menarik.
Ketua DPD LDII Kota Salatiga, H. Siswarsono, S.E., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi Juara II menjadi bukti bahwa kreativitas warga dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pangan lokal.
“Hal ini merupakan bentuk nyata kontribusi LDII dalam inovasi dan pengembangan potensi pangan. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi warga untuk terus berkreasi dan berinovasi,” ujar Siswarsono.
Ia berharap prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dapat memotivasi warga LDII Kota Salatiga untuk terus mengembangkan berbagai potensi lokal menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, Ketua Panitia, Okha Ferdiyan Putra, mengatakan lomba tersebut merupakan bagian dari program kerja DPW LDII Jawa Tengah untuk memperkenalkan sorgum sebagai salah satu pilihan pangan alternatif lokal.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dan mengenalkan sorgum sebagai salah satu opsi pangan alternatif lokal yang kaya akan nutrisi. Kemudian juga mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional dan diversifikasi pangan,” ungkap Okha.
Beragam produk olahan disajikan peserta, mulai dari roti, mi, cendol hingga berbagai kreasi makanan lainnya. Melalui kegiatan tersebut, LDII berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal sekaligus memanfaatkan sorgum sebagai bagian dari diversifikasi pangan.

Prestasi DPD LDII Kabupaten Karanganyar sebagai Juara I, DPD LDII Kota Salatiga sebagai Juara II, dan DPD LDII Kabupaten Banjarnegara sebagai Juara III menjadi gambaran bahwa inovasi pangan lokal dapat tumbuh melalui kreativitas masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kemandirian pangan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Nur Fatikin
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah