Gapurajateng.com,Salatiga — Kepolisian Resor (Polres) Salatiga terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan Kemitraan Bersama Masyarakat Tingkat Polres Salatiga. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan diikuti unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, serta sejumlah elemen kemitraan kepolisian, termasuk Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Kota Salatiga. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Iptu Sulistyo. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan semangat kebangsaan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan, perkenalan, dan arahan Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Binmas Iptu Darsono, Kanit Binmas Polsek Sidomukti AKP Khabib Tamami yang mewakili Kapolsek Sidomukti, serta Lurah Dukuh Kecamatan Sidomukti Jarot Wahyu Wibowo, S.H.
Dalam sambutannya, Kapolres mengungkapkan rasa senang dapat menjalankan tugas di Kota Salatiga. Ia menyampaikan bahwa suasana Salatiga yang relatif sejuk memberikan pengalaman berbeda dibandingkan tempat tugas sebelumnya di Pontianak yang berada di kawasan garis khatulistiwa.
Kapolres berharap kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga kolaborasi dan sinergi sehingga tercipta situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.
Menurutnya, dukungan berbagai unsur masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga suasana Kota Salatiga tetap sejuk sekaligus mempertahankan predikat Salatiga sebagai kota yang dikenal memiliki tingkat toleransi tinggi di Indonesia.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, hubungan, kebersamaan, dan komunikasi yang sudah terjalin perlu terus diperkuat,” menjadi pesan penting dalam arahan tersebut.
Ruang Dialog antara Polisi dan Masyarakat
Setelah penyampaian arahan Kapolres, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sarasehan dan tanya jawab. Tiga peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun masukan kepada jajaran kepolisian.
Sesi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis. Pada waktu yang bersamaan, Kapolres juga harus mengikuti agenda melalui Zoom bersama Mabes Polri sehingga kesempatan tanya jawab disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri mengikuti sesi foto bersama seluruh peserta. Foto bersama kemudian dilanjutkan secara bergantian dengan sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat yang hadir.
Senkom Mitra Polri Kota Salatiga mendapat kesempatan pertama untuk melakukan foto bersama Kapolres. Setelah itu, sesi foto dilanjutkan bersama unsur masyarakat lainnya, di antaranya Supeltas, KPK Serba Indo, Linmas, FKPM, serta sejumlah organisasi dan komunitas lainnya.
Masyarakat Berperan Penting dalam Menjaga Kamtibmas
Sebelum kegiatan ditutup, Kasat Binmas Polres Salatiga Iptu Darsono memberikan penguatan terhadap arahan Kapolres. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, informasi yang cepat dari masyarakat dapat membantu kepolisian melakukan langkah antisipasi sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.
Ia mencontohkan adanya informasi mengenai potensi tawuran antarkelompok yang dapat segera diantisipasi. Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan dalam aksi kekerasan pada akhirnya dapat membawa konsekuensi hukum bagi para pelakunya.
“Ketika persoalan sudah masuk ranah hukum, tidak selalu ada pihak yang bersedia membantu atau bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan bersama-sama,” menjadi salah satu penekanan dalam penyampaian Kasat Binmas.
Selain tawuran, perhatian kepolisian juga diarahkan terhadap penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat. Melalui Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KKYD), kepolisian melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut.
Dari hasil penindakan, disebutkan bahwa sebagian pengguna kendaraan dengan knalpot brong yang terjaring berasal dari luar wilayah Kota Salatiga. Karena itu, upaya penertiban dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan masyarakat.
Iptu Darsono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan suasana Kota Salatiga yang aman, nyaman, dan toleran. Selain menjaga kamtibmas, masyarakat juga diingatkan mengenai pemanfaatan layanan kepolisian melalui Call Center 110 sebagai salah satu sarana pelayanan dan penyampaian informasi kepada Polri.
Senkom Tegaskan Komitmen Bersinergi dengan Polri.
Ketua Senkom Mitra Polri Kota Salatiga, H. Suyitno, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para anggotanya yang dinilai konsisten memenuhi undangan kegiatan kemitraan bersama kepolisian.
Menurutnya, kehadiran Senkom dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus membangun komunikasi dan membantu Polri dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Ia berharap sinergi antara Senkom, Polri, pemerintah, dan berbagai unsur masyarakat dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga Kota Salatiga tetap adem, ayem, aman, dan kondusif, sekaligus mempertahankan citra Salatiga sebagai salah satu kota dengan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi.
Kegiatan Kemitraan Bersama Masyarakat Tingkat Polres Salatiga tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka, pertukaran informasi, serta kepedulian bersama terhadap lingkungan, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.
Sinergi yang terjalin antara Polres Salatiga dan Senkom Mitra Polri bersama elemen masyarakat lainnya diharapkan terus berkembang menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Kota Salatiga yang aman, tertib, nyaman, kondusif, serta tetap menjunjung tinggi semangat toleransi.
Nur Fatikin
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah