Bau Misterius dan Anjing Pelacak: Mencari Titik Terang di Pencarian Yazid

GAPURAJATENG | KARANGANYAR — Sudah sepekan lebih tim SAR gabungan menelusuri setiap celah dan lereng di Bukit Mongkrang, kawasan lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, tanpa hasil pasti. Pencarian Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Colomadu yang hilang sejak awal Januari, terus berlanjut meski badai kabut tebal dan hujan tak henti menemani.

Di balik perjuangan fisik yang melelahkan, ada barisan relawan dan keluarga yang tak pernah berhenti berharap — menanti kabar baik dari puncak-puncak terpencil yang menyimpan misteri keberadaan Yazid.

Perpanjangan Pencarian: Harapan yang Tak Pernah Padam

Setelah tujuh hari operasional, tim SAR mengambil keputusan penting: memperpanjang masa pencarian tiga hari ke depan — Senin, Selasa, dan Rabu. Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Basarnas, Forkopincam Tawangmangu, aparat keamanan, serta keluarga korban.

Sejauh ini hasil pencarian masih nihil. Tapi semangat kita masih sama: terus mencari sampai titik terang ditemukan,” ungkap Hendro Prayotno, Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Minggu (25/1/2026).

Nyaris 300 Relawan Turun Tangan

Operasi pencarian yang dilanjutkan ini merupakan upaya kolektif terbesar di wilayah itu. Hampir 300 personel dikerahkan: dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan komunitas pencinta alam, hingga warga sekitar yang tak ingin menyerah.

Tak hanya itu, tim juga melibatkan anjing pelacak (K9) dari Polres, yang berupaya menelusuri kemungkinan jejak keberadaan Yazid di medan yang sulit dijangkau.

Aroma Misterius yang Mengusik

Beberapa relawan sempat melaporkan adanya bau menyengat di titik tertentu di kawasan pencarian. Informasi ini sempat memicu fokus pencarian di area tersebut, namun hingga kini belum ditemukan tanda nyata yang mengarah pada keberadaan Yazid.

Ada indikasi yang membuat kami perlu menyisir lokasi itu lebih intensif. Tapi sampai sekarang belum ada penemuan yang memastikan,” jelas Hendro.

Senkom SAR: Ikhtiar Tanpa Henti

Tak ketinggalan, Senkom SAR Karanganyar turut ambil bagian dalam operasi ini. Menurut Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Sutaryo, setiap hari pihaknya menerjunkan 4–5 personel dalam upaya membantu pencarian.

Kami sadar betapa berharganya setiap detik yang dihabiskan di lapangan. Doa kami selalu bersama keluarga dan seluruh tim pencari,” ujar Sutaryo.

Doa Bersama dan Salat Istianah

Meski hasil pencarian fisik belum menemukan titik terang, ikhtiar spiritual turut digelar. Warga sekitar dan komunitas muslim akan menyelenggarakan Salat Istianah — shalat mohon pertolongan — di area basecamp Mongkrang pada Senin (26/1/2026) pagi.

Kegiatan yang rencananya diikuti hampir 100 orang ini menjadi simbol harapan bahwa kekuatan doa dan usaha lahir batin adalah satu kesatuan dalam upaya mencari Yazid.

Pesan Keluarga dan Warga

Pihak keluarga secara tegar menyetujui perpanjangan masa pencarian sembari terus menabur harapan. Doa dan dukungan warga mengalir tanpa henti, dari pesan singkat hingga aksi kecil di rumah masing-masing.

Hendro mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi menjaga ketenangan proses pencarian.

Mohon doanya agar survivor segera ditemukan. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin selama masa pencarian ini,” pungkasnya. (Ghoni)

Facebook Comments Box

Check Also

Perkuat Kolaborasi Keumatan, LDII Kota Pekalongan Audiensi dengan Kemenag

Infojatengterkini, Kota Pekalongan — Pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pekalongan melakukan audiensi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *