Senkom SAR dan 49 Organisasi Bersatu, Perpanjang Misi Mencari Yazid Hingga Sabtu

GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Hari ke-10 operasi pencarian di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, masih belum menemukan tanda nyata keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang hilang sejak 18 Januari lalu. Kendati nihil hasil, semangat SAR gabungan untuk menemukan pemuda itu tetap menyala, bahkan diperpanjang tiga hari ke depan hingga Sabtu (31/1/2026).

350 Personel dari 50 Organisasi Bergabung dalam Pencarian

Rabu (28/1/2026), pencarian memasuki fase yang lebih intens. Sekitar 350 personel dari 50 organisasi dan komunitas relawan diterjunkan untuk menyisir medan berbatu, jurang curam, dan wilayah yang lebat kabut serta hujan.

Operasi tidak hanya mengandalkan tenaga manusia. Tim juga menerjunkan drone untuk pemantauan udara, serta anjing pelacak (K9) untuk menelusuri kemungkinan jejak yang tertinggal di medan terjal. Namun hingga sore menjelang, seluruh upaya itu belum menemukan petunjuk pasti.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama

Menurut Kepala Kantor SAR Solo, Kamal Riswandi, keputusan memperpanjang pencarian selama tiga hari berikutnya diambil setelah evaluasi bersama seluruh tim SAR dari unsur Basarnas, BPBD, aparat, dan relawan.

Kita perpanjang pencarian karena masa sebelumnya belum maksimal akibat cuaca ekstrem berupa hujan dan kabut tebal. Kondisi itu sangat menyulitkan pencarian secara optimal,” ujar Kamal di basecamp Mongkrang.

Kondisi cuaca buruk bukan hanya menghambat kemampuan visual tim di lapangan, tetapi juga membuat jalur pendakian licin dan berbahaya, sehingga pencarian harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati.

Cerita di Balik Penantian: Kisah Sebuah Harapan

Cerita pencarian ini bermula ketika Yazid bersama beberapa rekannya mendaki Bukit Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026. Mereka mencapai puncak sekitar pukul 08.00 WIB, namun saat turun menuju Pos 3, Yazid terpisah dari rombongan. Teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum juga terlihat hingga saat ini.

Sejak laporan itu masuk, tim SAR gabungan terus menggali setiap kemungkinan, termasuk intensif menyisir area yang dilaporkan beberapa relawan mencium bau menyengat. Meskipun demikian, belum ada titik terang yang ditemukan.

Senkom SAR: Saksi Perjuangan di Lereng Lawu

Di antara para pencari, anggota Senkom SAR Karanganyar turut aktif dalam pencarian hari ke-10. Menurut Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Senkom SAR Karanganyar, Sutaryo, timnya setiap hari mengirim 4 hingga 5 dan untuk hari ini 12 personel untuk membantu penyisiran dan koordinasi.

“Kami tidak berhenti. Walaupun belum menemukan, kami tetap bergabung dalam operasi ini dengan harapan Yazid segera kembali dalam keadaan selamat,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Doa dan Dukungan untuk Yazid

Dukungan bukan hanya datang dari tim SAR. Keluarga, warga, dan komunitas pendaki setempat juga menyerukan doa bersama. Rencana Salat Istianah dan doa lintas agama akan digelar di basecamp Mongkrang untuk memohon keselamatan dan kemudahan pencarian.

Doa kami tidak pernah lemah. Setiap tetesan harapan kami titipkan kepada Tuhan,” ujar salah satu kerabat korban yang turut menunggu di posko pencarian.

Tak Hanya Fisik, Batin Pun Tak Pernah Padam

Walau telah sepuluh hari pencarian berlangsung tanpa hasil, operasi tetap dilanjutkan dengan landasan dua kekuatan: kerja keras di medan dan harapan tak terputus di hati. Tim SAR kembali menyiapkan strategi pencarian untuk fokus ke Pos 3 pada beberapa hari mendatang, dengan harapan menemukan titik terang yang selama ini belum terlihat.

Ini bukan sekadar mencari seseorang. Ini soal menyelamatkan harapan yang masih hidup,” ujar seorang relawan yang enggan disebutkan namanya. (Ghoni)

Facebook Comments Box

Check Also

Nuansa Ranah Minang Warnai Mandoa Ka Puaso PKDP Soloraya

GAPURA JATENG | Ngemplak – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Dewan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *