Jelang Munas X 2026, LDII Pekalongan Perkuat Sinergi dengan Wali Kota untuk Hadapi Tantangan Global

Gapura Jateng, 3 April 2026– Menjelang pelaksanaan Munas X LDII 2026, jajaran pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pekalongan melakukan silaturrahmi dengan Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afsan Arsland Djunaid di rumah dinasnya Jl. Bahagia No. 17, Jumat sore (3/4/2026).

Rombongan LDII yang berjumlah tujuh orang tersebut dipimpin oleh Ketua DPD LDII Kota Pekalongan Slamet Hariyadi. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah.

Di hadapan Wali Kota Slamet Hariyadi menjelaskan berbagai program kerja DPD LDII Kota Pekalongan yang telah dan akan dilaksanakan, disamping menyinggung program kerja DPW LDII Jateng yang harus didukung, juga program kerja DPP LDII. Terkait dengan program kerja DPP LDII diungkapkan bahwa organisasinya akan menyelenggaran hajat besar yaitu Munas X LDII 2026 yang akan digelar Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin Jakarta Timur pada tanggal 7–9 April 2026 dengan tema besar penguatan peran organisasi dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, tema tersebut diangkat sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian dunia akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan.

“Forum Munas menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pengabdian organisasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab tantangan umat dan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perubahan persepsi masyarakat terhadap LDII. Jika dulu organisasi tersebut kerap dianggap tertutup oleh sebagian masyarakat, kini pandangan itu berangsur hilang seiring meningkatnya keterbukaan dan kontribusi positif LDII di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan menyambut baik silaturahmi tersebut dan menegaskan bahwa LDII telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan Kota Pekalongan. Ia menilai hubungan antar organisasi keagamaan di Kota Pekalongan berjalan harmonis.

“Sinergi dengan berbagai ormas keagamaan, termasuk ormas Islam seperti LDII, terjalin dengan baik. Peran Forum Kerukunan Umat Beragama juga sangat besar dalam menjaga kondusivitas Kota Pekalongan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memaparkan sejumlah isu strategis yang tengah dihadapi Kota Pekalongan, diantaranya persoalan sampah dan penanganan banjir. Terkait untuk mengatasi masalah sampah, pemerintah Kota Pekalongan bersama pemerintah daerah di wilayah Pekalongan Raya menggagas pembangunan Pembangkit Listrik Energi Sampah (PSEL).

Proyek ini direncanakan memiliki kapasitas hingga 1.000 ton sampah per hari dan mampu menghasilkan listrik sebesar 15–20 megawatt (MW). PSEL akan dibangun di kawasan sekitar exit tol Pekalongan dengan dukungan investasi dari pihak luar negeri serta menggunakan teknologi insinerator ramah lingkungan.

Sementara untuk mengatasi banjir di sebagian wilayah Kota Pekalongan akan melakukan penanganan persoalan Kali Bremi sebagaimana yang dilakukan di Kali Loji yang sudah terbukti bisa mengatasi permasalahan banjir di wilayah timur dan sebagian wilayah utara, tentunya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan anggaran dari pemerintah pusat.

Dengan adanya kolaborasi lintas daerah dan dukungan berbagai pihak, diharapkan persoalan lingkungan di kawasan pesisir utara Jawa ini dapat teratasi secara berkelanjutan.

Mendengar penjelasan singkat Wali Kota tersebut Slamet Hariyadi berkomitmen bahwa jajaran pengurus dan warga LDII mendukung dan siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Pekalongan termasuk akan ikut mensosialisasikan kepada masyarakat agar program pembangunan di Kota Pekalongan bisa sukses, imbuhnya.

Kegiatan silaturrahmi ini juga menjadi bukti konkrit bahwa komunikasi dan sinergi antara pemerintah Kota Pekalongan dengan ormas keagamaan terus berjalan dengan baik sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.***

Facebook Comments Box

Check Also

Operasi SAR Gabungan Temukan Bocah Delapan Tahun dalam Kondisi Meninggal Dunia

GAPURAJATENG | KARANGANYAR – Setelah 48 jam pencarian intensif yang menguras energi dan emosi, Operasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *