Gapurajateng.com,KARANGANYAR – Peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4/2026) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar berlangsung dengan nuansa berbeda. Tidak hanya menampilkan balutan kebaya dan seremoni simbolik, kegiatan kali ini menghadirkan semangat produktivitas melalui Festival Panen Cabai yang digagas Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno, serta perwakilan anggota Senkom dari 17 kecamatan. Suasana semakin semarak dengan hadirnya ratusan pot tanaman cabai hasil budidaya mandiri para anggota di pekarangan rumah masing-masing.
Bupati Karanganyar, Robert Kristanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya budaya menanam sebagai bagian dari kemandirian keluarga. Ia menyampaikan bahwa aktivitas bercocok tanam bukan semata untuk memenuhi kebutuhan dapur, tetapi juga memberi kepuasan batin sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Menanam adalah wujud ikhtiar. Ketika harga cabai tinggi, kita tidak hanya mengeluh, tetapi berupaya mencari solusi. Gerakan ini diharapkan menjadi contoh yang dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan keluarga dalam program tersebut, khususnya peran para istri yang turut merawat tanaman sekaligus mendokumentasikan prosesnya. Menurutnya, sinergi dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
Sementara itu, Ketua Senkom Mitra Polri Karanganyar, Joko Sutrisno, menyampaikan bahwa antusiasme anggota melampaui target. Dari rencana awal sekitar 1.000 pot, jumlah yang terkumpul mencapai 1.235 pot tanaman cabai.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga mengandung nilai pembinaan karakter dan penguatan organisasi. Terdapat tiga aspek utama yang diusung, yakni kepatuhan terhadap arahan organisasi, kemandirian keluarga melalui kolaborasi suami-istri, serta dorongan untuk terus berinovasi di tengah masyarakat.
Sebagai simbol penghormatan pada Hari Kartini, hasil panen cabai tersebut dipersembahkan oleh para anggota kepada istri masing-masing. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan nilai kebersamaan dalam keluarga.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar turut memberikan penghargaan kepada para pemenang festival sebagai bentuk motivasi. Berdasarkan penilaian tim dari Dinas Pertanian, Kecamatan Gondangrejo meraih juara pertama dengan nilai 770, disusul Karangpandan di posisi kedua dengan nilai 715, serta Kerjo di peringkat ketiga dengan nilai 705. Adapun Mojogedang menempati posisi harapan pertama dengan nilai 670.
Melalui kegiatan ini, Senkom Mitra Polri Karanganyar menunjukkan peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi skala rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan dinilai mampu membantu menekan pengeluaran sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan gerakan “Karanganyar Menanam” secara berkelanjutan, dengan harapan setiap anggota dapat menjadi pelopor ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah