Pemberdayaan Perempuan PC LDII Kalikotes Kreasi masak singkong
Gapurajateng,Klaten 31 mei 2026 – Sebuah gebrakan inspiratif dalam dunia kuliner dan pemberdayaan perempuan baru saja diguncang oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Klaten Tengah yang bersinergi erat dengan PC LDII Kalikotes. Ribuan ide kreatif tumpah ruah dalam acara kolaborasi akbar bidang Pemberdayaan Perempuan (PP) berupa kegiatan masak-memasak spektakuler yang fokus pada modifikasi pangan lokal.
Mengambil tempat di Gedung Pondok Pesantren Syahit Al Ma’arif, suasana acara seketika berubah menjadi arena masterchef yang penuh dengan energi positif dan aroma panggangan yang menggugah selera. tidak tanggung-tanggung, acara ini dihadiri oleh perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII dari seluruh wilayah Klaten Tengah dan Kalikotes, menjadikan gedung pesantren menjadi saksi bisu kebangkitan kreativitas Ibu-Ibu LDII.
Mengawinkan Singkong dengan Daging Qurban: Menembus Batas Kuliner Tradisuonal
Jika biasanya daging hewan qurban hanya diolah menjadi rendang atau sate, dan singkong hanya berakhir sebagai gorengan biasa, di tangan para perempuan perkasa LDII, kedua bahan ini “dikawinkan” dalam sebuah inovasi kuliner yang belum pernah ada sebelumnya.
Modifikasi menu ini sengaja dipilih untuk menaikkan kelas singkong—sebagai simbol ketahanan pangan lokal—agar bisa bersanding megah dengan kelezatan daging qurban. Para peserta ditantang untuk berpikir di luar kotak (think outside the box), melahirkan varian menu baru yang tidak hanya lezat di lidah, tetapi juga sarat akan gizi tinggi dan memiliki nilai estetika penataan (garnish) yang memukau.
Mengapa Kegiatan Ini Begitu Spektakuler?
Sinergi Lintas Wilayah yang Masif: Kehadiran seluruh PAC dari dua kecamatan (Klaten Tengah dan Kalikotes) menciptakan gelombang silaturahmi yang luar biasa kuat. Terjadi pertukaran ilmu, resep rahasia, dan canda tawa yang mencairkan suasana.
Pemberdayaan Ekonomi & Gizi Keluarga: Acara ini bukan sekedar urusan dapur. Ini adalah pembekalan nyata bagi para perempuan agar mampu mengolah pangan secara efisien, sehat, dan memiliki nilai jual jika dikembangkan menjadi ide bisnis rumahan (UMKM).
Magnet di Pondok Pesantren
Dipilihnya Gedung Ponpes Syahit Al Ma’arif memberikan nuansa keberkahan tersendiri, membuktikan bahwa pesantren juga bisa menjadi pusat inkubasi kreativitas dan pemberdayaan masyarakat yang modern.
Suara dari Lapangan
Ketua panitia penyelenggara Arifah, Skep menyatakan rasa takjubnya atas antusiasme para peserta yang begitu meledak-ledak sejak pagi hari.
”Kami ingin membuktikan bahwa perempuan LDII adalah perempuan yang berdaya, kreatif, dan mampu membawa perubahan dari hal terkecil, yaitu piring makan keluarga.
Acara ditutup dengan sesi penjurian yang intens namun penuh keakraban, di mana setiap PAC menampilkan mahakarya kuliner mereka di atas meja hidang. Aroma harum yang tertinggal di Gedung Ponpes Syahit Al Ma’arif sore itu menjadi bukti otentik bahwa ketika perempuan berkolaborasi, sebuah mahakarya spektakuler pasti akan tercipta! ( Januari)