FAS 2026 Perkuat Fondasi Generasi Profesional Religius, Ratusan Generus LDII Prabumulih dan PALI Unjuk Prestasi

GAPURAJATENG | PRABUMULIH – Riuh semangat dan antusiasme ratusan anak memenuhi Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kota Prabumulih, Minggu (28/6/26). Sebanyak 628 peserta dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) LDII se-Kota Prabumulih dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengikuti Festival Anak Saleh (FAS) 2026, sebuah ajang pembinaan yang mengedepankan penguatan karakter sekaligus evaluasi hasil pendidikan generasi penerus.

Kegiatan yang diinisiasi DPD LDII Kota Prabumulih bersama DPD LDII Kabupaten PALI melalui program Pembinaan Penggerak Generasi Penerus (PPG) Insan Unggul tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

Ketua Panitia, Pele Pardiansyah, mengatakan Festival Anak Saleh merupakan agenda pembinaan yang memiliki nilai strategis. Selain menjadi wadah silaturahmi antar-TPQ, kegiatan ini juga berfungsi sebagai evaluasi terhadap capaian pendidikan yang telah ditempuh peserta selama mengikuti proses belajar mengajar.

Festival ini mempertemukan generasi penerus dari berbagai TPQ LDII di Prabumulih dan PALI dalam suasana yang penuh semangat. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan anak-anak, mulai dari usia PAUD hingga kelas enam sekolah dasar,” ujarnya.

Menurut Pele, pendekatan pembinaan melalui kompetisi edukatif mampu meningkatkan motivasi belajar anak sekaligus membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

Pembina PPG Kota Prabumulih, Ijar Zamri, menegaskan bahwa Festival Anak Saleh tidak boleh dipandang sekadar sebagai perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan proses pembentukan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan.

Keberhasilan pembinaan generasi tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah lahirnya anak-anak yang memiliki adab, disiplin, tanggung jawab, mandiri, serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pembinaan di lingkungan LDII mengacu pada 29 Karakter Luhur Generus, yang menjadi fondasi dalam membentuk generasi religius, berintegritas, berilmu, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Karakter seperti jujur, amanah, kerja keras, rukun, hemat, hingga memiliki kemampuan berpikir kritis harus dibangun sejak usia dini. Ketika nilai-nilai itu telah menjadi kebiasaan, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang siap memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Prabumulih, Suhermanto Muis, menilai pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai sejak masa kanak-kanak.

Ia mengibaratkan proses penanaman karakter seperti mengukir di atas batu, yang hasilnya akan melekat kuat sepanjang kehidupan seseorang.

Anak saleh lahir melalui proses pendidikan yang konsisten. Nilai-nilai agama dan akhlak mulia harus ditanamkan sejak dini agar menjadi bekal ketika mereka dewasa. Inilah investasi terbaik dalam membangun generasi yang profesional sekaligus religius,” ungkapnya.

Suhermanto juga mengajak seluruh orang tua dan para pendidik untuk terus bersinergi dalam membimbing anak-anak agar memiliki semangat menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.

Generasi masa depan membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Ketiganya menjadi modal utama untuk mewujudkan Generasi Profesional Religius yang berlandaskan 29 Karakter Luhur Generus LDII,” tuturnya.

Festival Anak Saleh 2026 mempertandingkan berbagai cabang lomba yang disesuaikan dengan usia peserta, di antaranya adzan dan iqamah, mewarnai, imla’, nasihat, Rangking 1, serta cerdas cermat keagamaan. Seluruh rangkaian lomba dirancang untuk mengasah kemampuan akademik, pemahaman agama, kreativitas, keberanian tampil di depan umum, serta kemampuan berpikir kritis.

Melalui penyelenggaraan FAS 2026, LDII berharap pembinaan generasi penerus tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan keluarga, guru, dan masyarakat. Dengan demikian, lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, kepemimpinan yang kuat, serta kesiapan menghadapi dinamika kehidupan di era modern. (Hadi/gh)

Facebook Comments Box

Check Also

Diklat Kesekretariatan dan Jurnalistik Keolahragaan PERSINAS ASAD Jateng 2026 Dibuka Ketua Drs. H. Sutiyono, M.Pd di Boyolali.

Gapura Jateng – Boyolali, 30 Mei 2026. Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah resmi menggelar Diklat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *