GAPURAJATENG.COM, SEMARANG – Remaja dan Pemuda LDII Kota Semarang Ikuti Pembinaan Karakter melalui CAI ke-47
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang kembali memperkuat pembinaan karakter bagi remaja dan pemuda melalui kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Program ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang profesional, nasionalis, religius, sekaligus mampu menghadapi tantangan era digital.
Pembukaan CAI ke-47 tingkat Kota Semarang digelar di Gedung Al Barokah, Kompleks Masjid Al Wali, Jalan Ketileng Raya, Sendangmulyo, Semarang, Minggu (5/7/2026). Sekitar 300 remaja dan pemuda LDII dari berbagai wilayah di Kota Semarang mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan rangkaian Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) CAI ke-47, yang sebelumnya telah dibuka oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, pada 29 Juni 2026.
Mengapa CAI ke-47 Menjadi Program Penting bagi Remaja dan Pemuda LDII?
Ketua DPD LDII Kota Semarang, Sunarto, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda menjadi salah satu prioritas organisasi. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus diawali dengan pembentukan karakter dan akhlak yang baik.
“Kami sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah berkomitmen mencetak generasi yang profesional sekaligus religius. Pembinaan generasi muda menjadi salah satu fokus utama kami,” ujar Sunarto.
Ia menjelaskan, LDII mengembangkan program 29 karakter luhur sebagai pedoman pembinaan generasi penerus. Nilai-nilai tersebut mencakup kejujuran, amanah, tanggung jawab, disiplin, hingga semangat nasionalisme yang diharapkan menjadi bekal menghadapi dinamika kehidupan modern.
“Kami memiliki program 29 karakter luhur, di antaranya jujur, amanah, bertanggung jawab. Melalui CAI ini kami mempertegas komitmen dalam membentuk generasi penerus yang amanah, profesional, nasionalis, dan religius,” tegas Sunarto.
Pembinaan Karakter Dinilai Penting Menghadapi Tantangan Remaja
Sunarto menilai berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja, seperti tawuran, geng motor, penyalahgunaan narkoba, hingga bentuk kenakalan lainnya, memerlukan perhatian bersama melalui pembinaan yang konsisten.
“Kami tidak ingin generasi LDII bersinggungan atau bahkan terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif tersebut. Karena itu pembinaan harus dilakukan secara terus-menerus bersama seluruh pihak,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan membangun karakter generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan keluarga menjadi faktor penting agar pembinaan berjalan efektif.
Polrestabes Semarang Bekali Peserta dengan Literasi Digital dan Pencegahan Radikalisme
Kegiatan CAI ke-47 juga mendapat dukungan dari Polrestabes Semarang. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Heri Wahyudi melalui Kasat Binmas AKBP Herry Tristiyono memberikan edukasi mengenai bahaya radikalisme dan terorisme yang kini berkembang melalui media digital.
Menurut AKBP Herry Tristiyono, pola penyebaran paham ekstrem telah berubah dan semakin banyak memanfaatkan media sosial sehingga generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak.
“Kalau dulu penyebaran paham terorisme banyak dilakukan melalui kajian-kajian tertentu dengan membelokkan makna-makna seperti jihad, sekarang pengaruh tersebut juga banyak ditemukan di media sosial. Karena itu generasi muda harus lebih cerdas dalam menyaring informasi,” jelas AKBP Herry Tristiyono.
Ia menambahkan bahwa literasi digital menjadi salah satu benteng penting agar remaja tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
Selain itu, kepedulian terhadap lingkungan sekitar juga dinilai mampu membantu menciptakan situasi keamanan yang kondusif melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Sekecil apa pun kontribusi masyarakat akan sangat berarti dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Karena itu kolaborasi antara Polri, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” pungkasnya.
CAI ke-47 Jadi Wadah Menyiapkan Generasi Masa Depan
Melalui pelaksanaan CAI ke-47, LDII Kota Semarang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter luhur, kepedulian sosial, kecintaan terhadap bangsa, serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi secara bijaksana.
Pembinaan karakter yang melibatkan organisasi masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi Indonesia yang berintegritas, tangguh, profesional, nasionalis, dan religius di masa depan.
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah