Gapurajateng.com,KARANGANYAR — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karanganyar sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Melalui pelaksanaan ibadah kurban yang tersebar di berbagai wilayah, nilai ekonomi yang berhasil digerakkan mencapai Rp26.912.500.000.
Ketua DPD LDII Kabupaten Karanganyar, Prof. Dr. Drs. H. Sutrima, M.Si., menjelaskan bahwa capaian tersebut berasal dari partisipasi warga LDII dalam penyembelihan 922 ekor sapi dan 1.545 ekor kambing. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara serentak di 149 titik pelaksanaan shalat Idul Adha yang berada di bawah koordinasi PC dan PAC LDII se-Kabupaten Karanganyar.
Menurutnya, ibadah kurban bukan sekadar bentuk ritual keagamaan, melainkan juga memiliki nilai sosial yang kuat dalam membantu masyarakat. Distribusi daging kurban diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
“Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial. Melalui kurban, masyarakat diajak untuk berbagi dengan sesama tanpa membedakan latar belakang,” ujar Prof. Sutrima saat memantau proses distribusi daging kurban.
Dengan mengusung semangat “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, pendistribusian daging difokuskan kepada masyarakat di lingkungan sekitar masjid dan pondok pesantren binaan LDII. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Prof. Sutrima juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin individualistis. Ia menilai semangat berbagi dan gotong royong perlu terus dijaga sebagai bagian dari karakter bangsa.
Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga menjadi wadah pembinaan generasi muda. Para pemuda LDII dilibatkan secara aktif sejak tahap persiapan, pengelolaan kepanitiaan, hingga proses distribusi daging kurban.
Keterlibatan tersebut bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian kepada generasi penerus. Mereka tidak hanya memahami teori tentang ibadah kurban, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Sekretaris DPD LDII Kabupaten Karanganyar masa bakti 2025–2030, Widiyanto, S.E., menambahkan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini terus didorong agar berlangsung tertib, higienis, dan transparan. Menurutnya, besarnya nilai ekonomi dari kegiatan kurban juga memberikan dampak positif bagi peternak lokal serta sektor pendukung lainnya di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.
“Perputaran ekonomi dari kegiatan kurban ini menunjukkan bahwa aktivitas keagamaan juga memiliki kontribusi nyata dalam mendukung perekonomian masyarakat,” ungkap Widiyanto.
Melalui pelaksanaan kurban yang berjalan lancar dan penuh kebersamaan, LDII Karanganyar berharap nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, tidak hanya saat Idul Adha tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah