Gapurajateng.com,Klaten -Puluhan anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Baitussalam Gudekerep RT 04/RW 01, Kelurahan Urutsewu, Kecamatan Ampel, memanfaatkan masa liburan dengan mengikuti kegiatan wisata edukatif ke Janti Park, Klaten, pada Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penyegaran sekaligus mempererat kebersamaan antara anak-anak, orang tua, dan pengurus.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya didampingi oleh orang tua masing-masing, tetapi juga oleh Ketua PAC LDII Desa Urutsewu, Winarno, bersama istri, Sri Mulyati. Kehadiran pengurus di tengah anak-anak diharapkan dapat menumbuhkan rasa kedekatan emosional tanpa menghilangkan nilai adab, keteladanan, dan rasa takzim terhadap orang tua maupun para pembina.
Winarno menyampaikan bahwa kegiatan di luar lingkungan TPA seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang hangat dan suasana kekeluargaan. “Kami berharap anak-anak merasa dekat dengan pengurus, namun tetap menjaga batasan sopan santun dan menghormati orang tua serta guru,” ujarnya.
Salah satu orang tua peserta, Annisa, mengungkapkan bahwa Janti Park dipilih karena lokasinya relatif dekat sehingga lebih hemat biaya, namun tetap menawarkan fasilitas wisata yang menarik dan ramah keluarga. Menurutnya, Janti Park memiliki daya tarik utama berupa wahana air alami yang bersumber langsung dari umbul, sehingga airnya segar dan bebas bahan kimia.
Beragam wahana dinikmati anak-anak, mulai dari kolam renang dengan kedalaman yang disesuaikan usia, kolam arus, kolam busa, hingga area permainan yang melatih ketangkasan. Selain itu, tersedia pula spot foto dan fasilitas pendukung seperti musala, kamar bilas, serta area kuliner yang nyaman bagi pengunjung.
Setelah puas bermain, seluruh rombongan berkumpul di salah satu area sambil menikmati hidangan kuliner yang tersedia. Suasana keakraban semakin terasa saat Darti, salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Ampel yang telah akrab dengan anak-anak, memberikan edukasi ringan tentang pentingnya menjaga gizi seimbang dan merawat kesehatan gigi sejak dini. Penyampaian yang santai membuat anak-anak antusias dan tidak merasa bosan.
Salah satu guru TPA Baitussalam, Nafi’atul Munawaroh, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai praktik penerapan nilai-nilai pembinaan karakter. “Melalui kegiatan bersama seperti ini, anak-anak diajak mempraktikkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari, seperti kebersamaan, disiplin, sopan santun, dan kepedulian,” tuturnya.
Ia berharap, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan wisata tersebut dapat membekas dan menjadi bekal dalam membentuk pribadi anak-anak yang berakhlak mulia dan berkarakter luhur di masa mendatang.
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah