GAPURAJATENG | SURAKARTA — Dentuman langkah, pekikan semangat, dan jurus-jurus cepat memenuhi GOR Juventus Banjarsari, Minggu (4/1/26). Ratusan pesilat muda turun gelanggang dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Persinas ASAD Kota Surakarta 2026, menandai kuatnya denyut regenerasi pencak silat di Kota Bengawan.
Sejak pagi, arena pertandingan tak pernah sepi. Para atlet dari berbagai ranting dan kelompok usia saling unjuk kemampuan, menunjukkan hasil latihan panjang yang dipoles dalam atmosfer kompetisi resmi. Kejurkot ini bukan sekadar perebutan medali, tetapi juga panggung pembuktian mental, disiplin, dan karakter pesilat masa depan.
Ketua Pengprov Persinas ASAD Jawa Tengah, H. Sutiyono, yang hadir membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Persinas ASAD Surakarta dalam menjaga kalender pembinaan atlet. Menurutnya, kejuaraan tingkat kota memiliki peran strategis sebagai fondasi prestasi berjenjang.
“Kompetisi seperti ini adalah denyut nadi pembinaan. Dari sinilah atlet tangguh ditempa—bukan hanya kuat tekniknya, tetapi juga matang mentalnya. Saya optimistis Surakarta akan terus melahirkan pesilat berprestasi hingga level nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengkot Persinas ASAD Surakarta, RM Suharno, menegaskan bahwa Kejurkot 2026 difokuskan sebagai ruang regenerasi. Tingginya jumlah peserta menjadi sinyal positif bahwa pencak silat masih menjadi pilihan olahraga sekaligus warisan budaya yang digemari generasi muda.
“Kami ingin memastikan estafet prestasi terus berjalan. Anak-anak muda harus diberi ruang bertanding sejak dini agar terbiasa dengan tekanan kompetisi. Kejurkot ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Persinas ASAD dan pencak silat Surakarta,” ujarnya.
Tak hanya menampilkan pertandingan, Kejurkot ini juga menjadi ajang konsolidasi antarperguruan dan pelatih, sekaligus sarana pemetaan potensi atlet yang akan diproyeksikan ke kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Dengan suksesnya pelaksanaan Kejurkot Persinas ASAD Surakarta 2026, harapan besar pun menguat: pencak silat tak sekadar bertahan sebagai tradisi, tetapi terus tumbuh sebagai olahraga prestasi yang membanggakan daerah dan bangsa. (Ghoni)
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah