GAPURA JATENG, SEMARANG — Organisasi kemasyarakatan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Ramadan Tarawih Keliling (Tarling) Pemerintah Kota Semarang yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Kota Semarang selama bulan Ramadan yang bertujuan mempererat silaturahmi antara unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.
Selain memperkuat hubungan antar elemen masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan.
Rangkaian Kegiatan Tarawih Keliling
Acara dimulai dengan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih bersama. Setelah rangkaian ibadah tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang membahas makna dan keutamaan bulan Ramadan.
Pada kesempatan itu, Ustaz Muhammad Iwan, pengasuh Pondok Pesantren Shirothol Mustaqim Semarang, bertindak sebagai imam salat. Sementara Zulfan Hilmi Bebeto dipercaya sebagai muadzin.
Adapun tausiyah disampaikan oleh Ustaz Muchsin Anshorudin, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Keagamaan, Pendidikan, dan Dakwah serta merupakan dosen di STIKES Semarang.
Tausiyah: Keistimewaan Bulan Suci Ramadan
Dalam ceramahnya, Ustaz Muchsin Anshorudin menyampaikan bahwa puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang termasuk dalam salah satu Rukun Islam.
Ia juga mengingatkan pesan Nabi Muhammad SAW agar umat Islam bersyukur ketika dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan.
“Memohonlah pertolongan kepada Allah agar kita mampu memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak ketaatan dan amal kebaikan,” ujarnya dalam tausiyah.
Menurutnya, terdapat sejumlah keistimewaan bulan Ramadan, di antaranya:
Bulan penuh keberkahan, di mana Allah SWT melimpahkan banyak kebaikan kepada hamba-Nya.
Bulan penuh rahmat bagi umat Islam yang menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh.
Bulan dengan pahala yang dilipatgandakan untuk setiap amal kebaikan.
Bulan pengampunan dosa bagi umat yang bertobat dan memperbanyak ibadah.
Turunnya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Untuk menggambarkan pentingnya mencari Lailatul Qadar, ia memberikan ilustrasi sederhana. Ia mengibaratkan sepuluh malam terakhir Ramadan seperti sepuluh kotak yang salah satunya berisi berlian berharga tinggi.
“Jika kita membuka semua kotak tersebut, maka kemungkinan besar kita akan menemukan berlian itu. Begitu juga jika kita bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, insyaAllah kita akan mendapatkan Lailatul Qadar,” jelasnya.
Motivasi Memaksimalkan Ibadah Ramadan
Di akhir tausiyah, ia mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Ia juga mengingatkan agar setiap muslim menjalani Ramadan dengan penuh kesungguhan, seolah-olah Ramadan tahun ini adalah kesempatan terakhir untuk beribadah.
Melalui kegiatan Safari Ramadan Tarawih Keliling, Pemerintah Kota Semarang bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk LDII, berharap dapat memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga suasana kota tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.
Gapura Jateng Gerbang dan Perekat Jawa Tengah